SAMARINDA. Aksi jambret terus terjadi dan menelan banyak korban di jalanan.
Rabu (11/11) sekitar pukul 10.00 Wita kemarin, seorang ibu rumah tangga (IRT) bernama Nur Amida (22) warga Jl Mas Penghulu, kembali menjadi korban jambret. Ia dijambret sepulang mencairkan uang dari sebuah bank.
Dari keterangan yang dihimpun Sapos, kejadian itu berawal saat Amida mengambil uang dari Bank BRI di Kawasan Samarinda Seberang, Rabu pagi kemarin.
Usai mencairkan uang di bank, korban bergegas pulang. Saat itu, korban memasukan uangnya ke dalam dompet dan dompet itu digantungkan di sepeda motornya. Kemudian korban, pergi mengendarai motor seorang diri.
Saat melintas di Jl Bung Tomo, Samarinda Seberang, tiba-tiba saja sepeda motor korban disalip dan dipepet oleh sepeda motor yang ditumpangi dua pemuda tak dikenal. Kedua pemuda yang diketahui menggunakan helm standar itu, langsung menarik dompet yang digantung korban di leher motornya.
Amida sempat berusaha mempertahankan dompet miliknya yang hendak dirampas pelaku. Namun, usahanya sia-sia. Tenaga pelaku lebih kuat dan akhirnya berhasil merampas dompet milik korban.
Saat itu, korban nyaris terjatuh dari sepeda motornya akibat mencoba mempertahankan dompet miliknya.
"Pelakunya ada dua orang. Yang duduk dibelakang yang menarik dompet saya. Wajah mereka tak jelas karena memakai gelm standar," jelas korban saat melaporkan kejadian itu ke kantor polisi.
Akibat kejadian itu, korban harus kehilangan dompet berisi uang tunai Rp800 ribu dan sebuah ponsel merk Nokia.
Kasus ini, dilaporkan korban ke Polsekta Samarinda Seberang. Dan laporan korban masih ditangani dan diselidiki polisi.
JAMBRET BRUTAL
Aksi jambret juga diketahui terjadi pada Selasa (10/11) pagi lalu, pukul 05.30 wita di kawasan Jl Kulintang, Prevab, Samarinda Ulu.
Korbannya adalah seorang IRT bernama Suparsih (34) warga Jl Pasundan, RT 26, Samarinda. Selain kehilangan tas berisi uang tunai dan ponsel, korban juga menderita luka-luka di tubuhnya akibat terjatuh dari motor, saat dijambret.
Tak sedikit korban jambret harus menderita kerugian materil dan tak jarang pula harus dilarikan ke rumah sakit lantaran menjadi korban keberingasan jambret.
Sebut saja, aksi jambret di kawasan Gunung Lipan, Jl Cipto Mangunkusumo, Samarinda Seberang, pada Kamis (29/10) lalu, yang mengakibatkan seorang gadis muda bernama Yernia (19) nyaris mengalami cidera berat akibat terperosok ke dalam jurang. Korban dan sepeda motornya masuk ke jurang setelah dua pelaku jambret yang menggunakan sepeda motor bebek menarik tas miliknya. Dan saat pelaku menarik tas korban, korban yang mengendarai sepeda motornya, kehilangan keseimbangan dan terperosok ke dalam jurang.
Lalu, sebelumnya ada pula seorang IRT, bernama Anik, yang terjun bebas bersama sepeda motornya ke dalam parit, pada Kamis dinihari lalu, setelah tarik-tarikan tas dengan dua pelaku jambret di Jl Basuki Rahmat, Samarinda Ilir.
Ironisnya lagi, ada pelaku jambret yang berani beraksi di depan Asrama Polisi (Aspol) Gelatik pada Selasa (27/10) malam lalu dan mengakibatkan seorang gadis remaja bernama Agnes (17), harus kehilangan tas berisikan ponsel dan uang tunai miliknya.
Sedangkan pada akhir bulan atau Sabtu (31/10) malam lalu, dua orang bidan yang baru saja membantu pasiennya melakukan persalinan, menjadi korban jambret di Jl Siradj Salman, Samarinda Ulu.
Dan pada hari yang sama, seorang gadis manis, bernama Hervina (22) harus merelakan wajah mulusnya terluka dan beberapa giginya tanggal akibat terjatuh dari sepeda motor, usai dijambret dua pemuda tak dikenal di kawasan Jl Pemuda III, Samarinda Utara. (uya/rm-7)
|