Newsticker : Home | Guestbook | Arsip | Epaper
Berita Rubrik Kriminal
Kamis, 1 Mei 2014

Sekeluarga Nyaris Dilindas Truk

Tak Kuat Menanjak, Fuso Hantam Warung

SAMARINDA. Sebuah truk fuso menyuruduk rumah sekaligus warung warga, di kawasan Jalan Rapak Indah, Kelurahan Karang Asam Ilir, Kecamatan Sungai Kunjang, Selasa (29/4) sekitar pukul 24.00 Wita.
Kecelakaan Lalu Lintas (Lakalantas) tersebut hampir saja merenggut nyawa pemilik rumah bernama Pandi Ahmad (32), yang saat kejadian sedang tidur bersama anaknya yang masih berusia 2 tahun bernama Raditya dan istrinya Iyang (30).
Kaki Raditya bahkan sempat terjepit lemari yang rebah dihantam bak truk. Lakalantas tersebut terjadi diduga akibat truk Fuso N 8557 UK yang dikemudikan Tarojim (45) tak kuat menanjak.
Menurut keterangan kernet truk bernama Memet, truk tersebut mengangkut kulit sapi dan biji plastik. Kulit dan biji plastik diangkut dari Komplek Pergudangan menuju Surabaya, Jawa Timur (Jatim).  Saat melintas di Jalan Rapak Indah dan menanjak, kejadian nahas itu terjadi. Ketika hampir sampai di puncak tanjakan mesin truk tiba-tiba saja mati. Setelahnya truk meluncur dengan kecepatan tinggi.
"Sudah hampir sampai puncak, tiba-tiba mesin mati dan truk langsung mundur. Saat itu sopir (Tarojim, Red) sudah berusaha membanting stir ke kanan, maksudnya biar ban tertahan di trotoar median jalan," ujar Memet.
Truk terus melaju cepat dan menaiki trotoar median jalan yang tingginya sekitar 50 centimeter. Akhirnya bak belakang truk menyeruduk kediaman Pandi.
"Saya saat itu sedang tidur bersama anak (Raditya, Red) dan istri (Iyang, Red). Tiba-tiba ada suara bunyi nyaring di luar rumah. Dalam hitungan detik, tiba-tiba saja suara benturan bertambah nyaring. Bunyinya "prak", saya cuma teriak Allahu Akbar," ungkap Pandi.
Diduga suara benturan pertama yang didengar Pandi adalah saat truk mundur dan menaiki trotoar median jalan. Sedangkan benturan yang kedua dan paling nyaring, akibat bak truk menghantam kamar tidur Pandi yang terbuat dari kayu.
"Saya langsung memeluk anak saya yang tiba-tiba menangis. Rupanya kaki anak saya terjepit lemari yang menindihnya. Setelah memastikan kondisi anak istri saya, saya pun langsung keluar meminta bantuan," beber Pandi.
Sampai siang kemarin, proses evakuasi truk belum dilakukan. "Masih menunggu truk lain untuk memindah barang bawaan. Setelah dipindah, barulah nanti truk bisa ditarik," ujar Memet saat ditemui Sapos di lapangan. (rin/agi)

Edisi Sapos
  • Selasa, 2 September 2014
Search
Latest Guestbook
Uzi
Senin, 28 Oktober 2013 16:42:2
pak Pol.. alangkah lebih abik jika untuk pembelajaran bagi pelaku balap liar, motornya di hancurkan…
anonymous
Senin, 28 Oktober 2013 12:13:3
Tolong donk buat pemkot kita nie perhatiin soal parit^ juga kali ga mesti jalanan aj xg ditinggiin klo…
arnafani
Sabtu, 19 Oktober 2013 08:54:1
Sekedar usulan buat dishub kota samarinda. Untuk kendaraan yg mau masuk ke jl.otista melalui jemb.ar.hakim…
Didi
Jumat, 19 Juli 2013 02:41:57
Anak-anak alay yang ngebut naik motor habis tarawih dan membahayakan orang-orang yg kebanyakan baru…
kussadi
Selasa, 16 Juli 2013 09:00:15
tolong dong pak walikota berikan kami air bersih/pdam yang sudah beberapa bulan ini mati di perumahan…
Muriono
Selasa, 16 Juli 2013 00:31:56
Waspada bulan Ramadhan terhadap Pencurian kendaraan R2,Penjambretan sepulang dari Bank,kontrol Kunci…
badui ismail
Minggu, 14 Juli 2013 17:36:23
Kepada pemerhati hukum di samarinda,mau tanya apa boleh seorang pejabat yg sdh pernah dijatuhi hukuman…
yanasib
Sabtu, 13 Juli 2013 04:18:46
buat pemkot samarinda,tolong di tegur/di tindak tegas bagi pekerja alat berat yg berada di jalan padat…
ari
Senin, 8 Juli 2013 06:22:07
knp pemasangan air diGunung Lingai sampai dikenakan biaya sampai 3.500.000 ? pdhl intek air hanya sktr…
yudi
Jumat, 5 Juli 2013 10:56:28
bagi yang melihat plat no kendaraan KT 5866 DS , new jupiter mx putih tolong hub:082254195335 , karena…
Copyright @ 2010 Media Link. All Rights Reserved.