Newsticker : Home | Guestbook | Arsip | Epaper
Berita Rubrik Kriminal
Sabtu, 10 Januari 2015

Bus dan Truk Berhasil Dievakuasi

Belasungkawa, Manajemen PKT Sambangi Rumah Duka

BONTANG. Bus Pupuk Kalimantan Timur (PKT) KT 7669 DE dan truk colt diesel KT 8591 D yang terlibat kecelakaan lalu lintas (lakalantas) beruntun di Gunung Menangis akhirnya berhasil dievakuasi, Jumat (9/1) kemarin. Tim evakuasi tampak kesulitan memindahkan bangkai kedua kendaraan tersebut karena kondisi jalan yang terjal.
Kapolres AKBP Heri Sasangka, melalui Kasat Lantas AKP Lalu Guruh Prawira Negara mengatakan, evakuasi menggunakan dua crane, ekskavator, dan beberapa mobil besar. Evakuasi sempat mengalami kendala lantaran setengah badan kedua kendaraan menggantung di longsoran.
"Alhamdulillah evakuasi sudah selesai dilakukan. Yang dievakuasi tadi (kemarin, Red.) tinggal satu truk dan satu bus. Satu truk bermuatan sawit sudah berhasil dievakuasi kemarin (Kamis, Red.). Saat ini kami masih berupaya memindahkan ketiga kendaraan tersebut untuk dibawa ke kantor Sat Lantas Polres Bontang," katanya.
Dari pantauan media ini, proses evakuasi memang melelahkan. Bahkan sampai menimbulkan kemacetan yang cukup panjang. Pasalnya, Gunung Menangis merupakan satu-satunya jalur yang dilintasi pengendara dari utara ke selatan Kaltim, atau sebaliknya. Meski demikian, kemacetan bisa diurai oleh Unit Laka Sat Lantas Polres Bontang dibantu Patroli Jalan Raya (PJR) Polda Kaltim.
"Memang sempat terjadi kemacetan. Karena, Gunung Menangis satu-satunya jalur lintas Kaltim. Meski demikian, kemacetan hanya sementara. Saat ini (kemarin, Red.) kondisi arus lalu lintas di TKP (tempat kejadian perkara) sudah kembali normal," jelasnya.
Hingga berita ini diturunkan, penyidik Sat Lantas Polres Bontang masih terus melakukan pemeriksaan terhadap para saksi. Polisi belum menetapkan tersangka akibat tragedi di awal tahun itu. "Anggota masih melakukan penyidikan dan memeriksa para saksi," jelasnya.
Sementara itu, Jumat tadi malam, manajemen PKT mendatangi rumah Bakri (59), sopir truk KT 8591 D yang tewas saat lakalantas maut itu. Humas PKT Eduarsyah dan rombongan mendatangi rumah duka di Jalan Angkasa, Kelurahan Berebas Tengah.
"Saya bersama manajemen PKT sedang bersilaturahmi dengan keluarga korban. Kami atas nama manajemen sangat berempati dan menyatakan belasungkawa kepada keluarga korban atas kejadian tersebut. Sebenarnya kemarin (Kamis, Red.) kami mau datang. Cuma, saya baru sampai di Bontang tadi (kemarin, Red.) makanya baru bisa bersilaturahmi ke rumah duka malam ini (tadi malam, Red.)," jelasnya.
Terkait lakalantas maut itu, Eduarsyah menjelaskan, bus tersebut disewa dari PT KNE dan dioperasikan oleh PKT. Kemudian, ada permintaan dari Pemprov Kaltim agar Marching Band Bontang Pupuk Kalimantan Timur (MBBPKT) tampil di acara HUT ke-58 Pemprov Kaltim.
"Maka berangkatlah empat bus. Setelah turun Gunung Menangis, ada perbaikan jalan. Saat jalan ditutup, bus berada di turunan. Entah bagaimana, bus pertama terus melaju dan terlibat kecelakaan. Yang pasti, kami menyerahkan seluruhnya proses tersebut ke pihak kepolisian," jelasnya.
Terkait kondisi bus, Eduarsyah memastikan jika kondisinya baik-baik saja. "Kendaraan itu, 100 persen menjadi tanggung jawab sopir. Sebelum jalan, sopir berkewajiban mengecek. Kami sudah mendapat laporan kalau bus itu siap jalan dan kondisinya baik-baik saja. Habis evakuasi tadi (kemarin, Red.), saat dijalankan, kondisi remnya bagus, tidak ada masalah," ujarnya.
Pasalnya, kata dia, bus tersebut masih tergolong baru. Usianya baru dua tahun. Bahkan, sebelum mengantarkan rombongan MBBPKT, bus tersebut sempat mengantar rombongan sofbol SMA YPK. Meski demikian, dia tak bisa memungkiri jika tanjakan Gunung Menangis memang ekstrim.
"Bus itu kapasitasnya 40 orang dan kemarin (saat kecelakaan, Red.) hanya memuat 30 orang saja. Cuma kan tahu sendiri Gunung Menangis itu bagaimana. Mobil dimatikan saja bisa jalan sendiri. Biar diinjak rem dalam-dalam tetap saja jalan. Sebelum kecelakaan (bus PKT dan dua truk, Red.) saya dalam perjalanan ke Samarinda. Saya lihat ada truk terbalik. Empat bannya ke atas. Memang, tanjakan di sana ekstrim. Setiap hari terjadi kecelakaan," ujarnya.
Diberitakan, Satu orang tewas dan puluhan lainnya di ujung maut setelah terjadi tabrakan beruntun yang melibatkan bus PKT dengan dua truk. Akibat kejadian itu, seorang sopir truk bernama Bakri tewas. Dia sempat dirawat di RSUD Taman Husada Bontang sebelum akhirnya tewas sekira pukul 16.00 Wita. Tulang-tulang di bagian pinggang ke bawah korban patah dan terjadi pendarahan hebat. (gun/agi)

Edisi Sapos
  • Sabtu, 30 Mei 2015
Search
Advertorial News
2 Hotel Murah Dengan Fasilitas Terbaik di Palembang

Saatnya berlibur bukan berarti waktunya menguras dompet sampai habis-habisan. Ketika…

Copyright @ 2010 Media Link. All Rights Reserved.