Newsticker : Home | Guestbook | Arsip
Berita Rubrik Nasional
Selasa, 31 Agustus 2010

Pemerintah Pusat Kucurkan Rp 15 M



JAKARTA. Pemerintah pusat menyiapkan dana Rp 15 miliar untuk mengatasi kondisi tanggap darurat bencana letusan Gunung Sinabung, Kabupaten Karo, Sumatera Utara. Dana tersebut untuk mencukupi kebutuhan mendesak pengungsi selama 10 hari.
Menko Kesra Agung Laksono mengatakan, bantuan pemerintah pusat tersebut dikucurkan melalui anggaran Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Dana tersebut untuk mencukupi kebutuhan makanan pengungsi dan aparat petugas di pengungsian pasca meletusnya Gunung Sinabung.
"Diharapkan pengungsi nyaman di tempat pengungsian yang keadaannya tidak sama dengan di rumah," kata Agung Laksono di Kantor Presiden, Jakarta, kemarin (30/8).
Agung mengatakan, saat ini jumlah pengungsi mencapai 30 ribu orang. Mereka belum boleh kembali ke permukiman sebelum asap tebal akibat meletusnya gunung berapi itu berkurang. Untuk permukiman dalam radius 70 km belum boleh kembali terlebih dahulu.
"Waktu saya datang semalam (kemarin malam, Red) baru sekitar 13 ribu. Tapi, terus bertambah hingga 21 ribu," katanya.
Dia menambahkan, bila pengungsi bertambah, sekolah-sekolah  akan diliburkan sementara. "Pengungsi akan tinggal di sekolah itu supaya nyaman," katanya.
Di bagian lain, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melansir jumlah pengungsi Gunung Sinabung hingga pukul 14.30 meningkat drastis dibanding dengan jumlah pengungsi pada hari letusan pertama. Yakni sebanyak 27.472 orang. Dimana, 26.172 pengungsi berasal dari Kabupaten Karo dan sisanya, 1.300 pengungsi berasal dari Kabupaten Langkat.
Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Priyadi Kardono mengatakan, jumlah itu meningkat setelah Gunung Sinabung meletus untuk kedua kalinya, yakni  Senin pagi (30/8) sekitar pukul 06.30 WIB.
Untuk menampung puluhan ribu pengungsi, kini sudah berdiri 20 titik pengungsian. 19 titik diantaranya berada di Kabupaten Karo. Yakni sepuluh titik di Kecamatan Kabanjahe, dua titik di Kecamatan Tigabuaya, dua titik di Kecamatan Berastagi, satu titik di Kecamatan Tiganderket, satu titik di Kecamatan Mute, dua titik di Kecamatan Kitabuluh, satu titik di Kecamatan Tiga Panah. Sedangkan satu titik pengungsian lainnya berada di wilayah Kabupaten Langkat.
"Sampai sekarang statusnya (Gunung Sinabung) masih awas," kata Priyadi saat ditemui di kantornya kemarin. Selain terus mengevakuasi para penduduk, Priyadi melanjutkan, kini yang menjadi fokus BNPB adalah memberikan pertolongan kepada para pengungsi. Dia menegaskan jangan sampai para pengungsi merasa ditinggalkan dan tidak percaya kepada pemerintah. (kuh/sof/ari/jpnn)

Edisi Sapos
  • Minggu, 5 Februari 2012
Search
Latest Guestbook
dedi ms
Jumat, 2 Desember 2011 14:21:1
untuk management PT. SEMEN TONASA SAMARINDA. Truk angkutan KT. 8838 BJ pada hari Jumat (2 Des 2011)…
Sri
Kamis, 1 Desember 2011 15:51:0
Pak Walikota, tolong dong diperhatikan jalan lintas Bukuan-Palaran yang rusak parah....jadi kubangan…
kornel
Rabu, 30 November 2011 21:34:5
Usut tuntas masalah proses lelang perawatan jembatan Kukar yg roboh... simpang-siur di media, KPK harus…
Junani
Senin, 28 November 2011 18:51:
Ingin lagi membangun hotel dan mall...samarinda kebanyakan hotel dan mall, untuk tempat bermain anak2…
kidz
Senin, 28 November 2011 15:28:
mohon kpada yg berwenang,...untuk memperbaiki jalan jembatan mahakam yg tidak rata,..bukanx mengaspal…
Dustin
Rabu, 23 November 2011 13:19:4
Kpd Yth.Kepala Poltabes Smd utk menilang semua kendaraan yg parkir sembarangan khususnya di depan SCP,…
harhyz kelana
Rabu, 23 November 2011 12:32:1
mohon kesediaannya Bapak petinggi,jika memang citra di gusur atau di relokasi,siapkanlah lahan bangunx…
DRS.HM.Kurniadi
Rabu, 23 November 2011 10:29:2
Gang Nikmat tidak bisa ditutup. APA KARENA TAKUT KEHILANGAN KENIKMATANnya?
adriel
Jumat, 11 November 2011 07:55:
diminta perhatian nya kepada sang pemerintah dan walikota setempat dimanapun berada, tolong jalan padat…
bayu
Kamis, 10 November 2011 10:52:
Ttg pembersihan parkir peti kemas di smd,jgn asal pindahkan aja ke palaran..mau dibuat apa lgi palarn,…
Copyright @ 2010 Media Link. All Rights Reserved.