Newsticker : Home | Guestbook | Arsip | Epaper
Berita Rubrik Kaltim
Jumat, 20 September 2013

Pemasangan Paku Marka Dikeluhkan

Dinilai Terlalu Tinggi, Dishubkominfo Sebut Tidak Masalah

TANJUNG REDEB. Paku marka yang baru saja dipasang di beberapa ruas jalan dalam Kota Tanjung Redeb mulai dikeluhkan. Sejumlah pengguna jalan, khususnya mengendara sepeda motor merasa paku marka terlalu tinggi dan mengancam mereka.
"Kalau yang lewat hanya mobil tidak masalah, tapi kalau sepeda motor cukup berbahaya," ungkap Edy, salah seorang pengendara motor.
Menanggapi hal ini, Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Berau, Fahmi Rizani mengaku memiliki pertimbangan sendiri atas pemasangan paku marka atau paku jalan tersebut. Fahmi menegaskan, sebelum dikerjakan, pemasangan paku marka itu sudah dikoordinasikan dengan Satlantas Polres Berau.
“Paku marka bisa sampai setinggi 4 cm, sama seperti yang kita pasang sekarang, karena tujuan kita lebih pada peringatan pengendara. Analisa kami, pengguna jalan lebih berhati-hati dan enggan menginjak paku marka, ya karena tingginya itu,” ujarnya.
Lalu, mengenai lokasi pemasangan yang baru merambah jalan-jalan dalam kota, ia menyebut angka kecelakaan dalam kota jauh lebih tinggi dibandingkan yang terjadi di jalan poros Kecamatan seperti ruas Teluk Bayur-Labanan.
“Yang pertama pertimbangannya, kenapa harus yang jauh? Sementara yang dekat sini (dalam kota, Red) sesuai data kecelakaan, lebih banyak,” ungkap Fahmi, kemarin (19/9).
Selebihnya, untuk keselamatan pengguna jalan, Fahmi tidak mau membedakan mana ruas jalan yang menjadi tanggung jawab provinsi dan tanggung jawab kabupaten. Namun karena keterbatasan anggaran yang dimiliki, pemasangannya pun baru di beberapa ruas.
“Tahun ini kita pasang sekitar 2.000 buah khusus untuk dalam kota saja, itupun ada yang kita pasang di jalan provinsi seperti Jl Pulau Sambit, bukan karena bukan tanggung jawab kita, tapi masalah anggaran,” ujarnya lagi.
Pengerjaan paku marka ini dijelaskannya, satu paket dengan pemenuhan rambu jalan dan pita kejut atau pita penggaduh yang sudah dipasang di beberapa daerah rawan kecelakaan. Tujuannya adalah untuk mengantisipasi terjadinya kecelakaan akibat faktor apapun, termasuk manuver. Karena itu, apresiasi masyarakat terhadap upaya meredam angka kecelakaan melalui pemasang pita kejut dan paku marka banyak disampaikan masyarakat dalam analisis dan evaluasi pascapemasangan.
“Bahkan banyak yang minta untuk dipasangkan di jalan-jalan daerah mereka. Artinya, ini kan cukup berhasil,” lanjut Fahmi.
Nantinya, Dishubkominfo Berau akan mengajukan anggaran lain untuk pemasangan paku marka di tahun berikutnya.
“Tapi belum tahu ada atau tidak, tergantung persetujuan saja,” tandasnya. (rm-5/lee)

Edisi Sapos
  • Kamis, 2 April 2015
Search
Advertorial News
2 Hotel Murah Dengan Fasilitas Terbaik di Palembang

Saatnya berlibur bukan berarti waktunya menguras dompet sampai habis-habisan. Ketika…

Copyright @ 2010 Media Link. All Rights Reserved.