Newsticker : Home | Guestbook | Arsip | Epaper
Berita Rubrik Kaltim
Selasa, 13 Mei 2014

Wagub Warning Investor BSB

Mengarah Putus Kontrak, Siap Pakai APBD

SAMARINDA. Peringatan keras keluar dari mulut Wakil Gubernur (Wagub) Kaltim Mukmin Faisyal kepada investor sisi udara Bandara Samarinda Baru (BSB). Wagub geram karena dapat laporan kinerja investor yang mengkhawatirkan. Ancaman pemutusan kontrak pun mengemuka.
Ditemui KPNN di Kantor Gubernur Kaltim, kemarin (12/5), Mukmin merespons desakan DPRD Kaltim agar BSB didanai investor. Termasuk arah untuk pemutusan kontrak dengan PT Persada Investama (PI) sebagai penanam modal sisi udara BSB. "Tapi, tentu harus dibahas bersama antara dewan dan pemerintah," terang Wagub.
Menurut dia, sah-sah saja jika APBD mengalir dalam realisasi landasan BSB. Namun demikian, perlu diperjelas dulu keberadaan investor. Mukmin cukup geram karena sudah dua investor tapi sisi udara belum juga terealisasi. Sebagai informasi, sebelum PT PI ditunjuk jadi investor yang membangun landasan BSB, Pemprov sudah teken kontrak dengan Bakrie Capital Indonesia. Hanya, 2013 kontrak diputus karena Bakrie Capital tak kunjung bekerja.
"Sepanjang investor tak menjalani tugas, demi rakyat Samarinda dan Kalimantan Timur, sebaiknya paling tepat adalah menggunakan APBD," ungkap Mukmin. Dikatakan, berdasar laporan yang diterima, kinerja investor agak mengkhawatirkan. Berkaca catatan itu, ada kemungkinan PT PI segera dievaluasi. Mukmin telah berkoordinasi dengan Komisi III DPRD Kaltim untuk meninjau langsung ke BSB.
"Kalau dalam pekan-pekan ke depan investor tak melakukan tugas dengan baik, tak ada pilihan lain (putus kontrak)," sebutnya. Mukmin menegaskan realisasi BSB merupakan kebutuhan mendesak warga Samarinda. Pun demikian penduduk Kaltim yang lokasinya berdekatan Kota Tepian. Sikap investor yang demikian justru membuat rakyat cemas.
Di sisi lain, Mukmin menilai keberadaan BSB tak bakal mengganggu Bandara Internasional Sepinggan di Balikpapan. Hal ini tak akan memengaruhi tren penumpang di bandara tersebut. Dia mengingatkan, yang terpenting adalah memberi pelayanan terbaik bagi publik. "Masing-masing ada rezeki, sama seperti penjual emas. Yang penting adalah pelayanan," tutur dia.
Seperti diketahui, desakan pemutusan kontrak dengan PT PI terus bergulir dari DPRD Kaltim. Sejumlah anggota DPRD mendesak kontrak ditinjau ulang karena hingga kini sisi udara belum juga dikerjakan. Padahal, groundbreaking landasan sudah sejak 24 Maret.
Kepala Bidang Perhubungan Udara Dinas Perhubungan (Dishub) Kaltim Hasbi membenarkan pekerjaan fisik landasan BSB belum dimulai. Pekerjaan baru sebatas pembersihan. Menurutnya, pekerjaan belum juga dimulai karena faktor administrasi.  Dishub Kaltim belum punya tanggal pasti kapan pekerjaan dimulai.
Anggota Komisi III DPRD Kaltim Datu Yasir Arafat. Hingga bulan kelima 2014, landasan pacu BSB disebut belum juga dikerjakan. DPRD pun berinisiatif mengalokasi BSB dalam APBD perubahan tahun ini. BSB ditargetkan masuk proyek tahun jamak. Jika realisasi terwujud lewat APBD, bantuan pendanaan dari APBN dijanjikan turut mengucur. (*/bby/far/k14/agi)

Edisi Sapos
  • Selasa, 4 Agustus 2015
Search
Advertorial News
Dahlan Menyapa lewat Video

SEJAK diluncurkan 7 Juni lalu, situs www.gardudahlan.com telah dikunjungi lebih…

Copyright @ 2010 Media Link. All Rights Reserved.