Newsticker : Home | Guestbook | Arsip | Epaper
Berita Rubrik Kaltim
Selasa, 10 Juni 2014

Bandel Beroperasi, Pemkot Janji Tertibkan

Penutupan Lokalisasi Loa Hui Jelang Ramadan

SAMARINDA. Rencana Pemkot Samarinda untuk menutup aktivitas prostitusi Lokalisasi Suka Damai, Loa Hui di Kecamatan Loa Janan Ilir diyakini bukan sekadar wacana. Bahkan Wali Kota Samarinda, Syaharie Jaang juga sudah menerbitkan Surat Keputusan (SK) pembentukan tim persiapan penutupan lokalisasi tersebut.
Tim yang diketuai Asisten III Setkot Samarinda, Ridwan Tassa itu sudah melakukan berbagai persiapan menjelang penutupan, yang nantinya akan dilakukan bersama dengan penutupan sementara Tempat Hiburan Malam (THM) dan sejenisnya selama Ramadan. Namun khusus Loa Hui, tidak diperkenankan untuk dibuka lagi setelahnya, dengan pertimbangan lokasi yang sudah diapit pemukiman warga.
“Sejauh ini, kita sudah beberapa kali turun ke lapangan guna melakukan sosialisasi bersama ketua RT, lurah, dan camat setempat. Intinya, kita tetap berkomitmen untuk menutup itu sesuai jadwal yaitu pada 24 Juni nanti,” ujar Ridwan saat dikonfirmasi Sapos, kemarin.
Diakuinya, saat sosialisasi memang masih banyak penghuni maupun pengelola meminta agar penutupan ditunda. Terutama agar persiapan mereka jauh lebih matang. Meski begitu, Pemkot memastikan tetap pada komitmen untuk menutupnya tahun ini.
“Tapi semua tergantung keputusan Pak Wali Kota (Syaharie Jaang, Red). Yang jelas, kita tetap komitmen untuk mentutupnya sesuai jadwal,” tegasnya.
Kendati penutupan masih menunggu SK dari wali kota, SK tersebut nantinya dikawal bersama. Apalagi tim yang dibentuk itu tidak hanya berisi Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkungan Pemkot Samarinda, tetapi juga ada aparatur penegak hukum yang diharapkan bisa ikut membantu pengawasan di lapangan. Di antaranya Satpol PP, Polresta Samarinda, serta Kodim 0901/Samarinda. Dengan demikian, jika setelah Lebaran ternyata masih ada aktivitas prostitusi di Loa Hui, tentu tidak akan dibiarkan. Pemkot akan mengambil tindakan tegas terhadap itu.
“Ya, kalau nanti sudah ada SK penutupannnya tapi di lapangan ternyata masih ada yang nekat beroperasi, maka akan kita tindak. Karena SK penutupan itu yang akan terus kita kawal,” pungkas Ridwan. (yes/lee)

Edisi Sapos
  • Selasa, 21 Oktober 2014
Search
Latest Guestbook
Uzi
Senin, 28 Oktober 2013 16:42:2
pak Pol.. alangkah lebih abik jika untuk pembelajaran bagi pelaku balap liar, motornya di hancurkan…
anonymous
Senin, 28 Oktober 2013 12:13:3
Tolong donk buat pemkot kita nie perhatiin soal parit^ juga kali ga mesti jalanan aj xg ditinggiin klo…
arnafani
Sabtu, 19 Oktober 2013 08:54:1
Sekedar usulan buat dishub kota samarinda. Untuk kendaraan yg mau masuk ke jl.otista melalui jemb.ar.hakim…
Didi
Jumat, 19 Juli 2013 02:41:57
Anak-anak alay yang ngebut naik motor habis tarawih dan membahayakan orang-orang yg kebanyakan baru…
kussadi
Selasa, 16 Juli 2013 09:00:15
tolong dong pak walikota berikan kami air bersih/pdam yang sudah beberapa bulan ini mati di perumahan…
Muriono
Selasa, 16 Juli 2013 00:31:56
Waspada bulan Ramadhan terhadap Pencurian kendaraan R2,Penjambretan sepulang dari Bank,kontrol Kunci…
badui ismail
Minggu, 14 Juli 2013 17:36:23
Kepada pemerhati hukum di samarinda,mau tanya apa boleh seorang pejabat yg sdh pernah dijatuhi hukuman…
yanasib
Sabtu, 13 Juli 2013 04:18:46
buat pemkot samarinda,tolong di tegur/di tindak tegas bagi pekerja alat berat yg berada di jalan padat…
ari
Senin, 8 Juli 2013 06:22:07
knp pemasangan air diGunung Lingai sampai dikenakan biaya sampai 3.500.000 ? pdhl intek air hanya sktr…
yudi
Jumat, 5 Juli 2013 10:56:28
bagi yang melihat plat no kendaraan KT 5866 DS , new jupiter mx putih tolong hub:082254195335 , karena…
Copyright @ 2010 Media Link. All Rights Reserved.