Newsticker : Home | Guestbook | Arsip | Epaper
Berita Rubrik Kaltim
Sabtu, 14 Februari 2015

Awang Minta Menristek Dukung Otsus



SAMARINDA. Kehadiran Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristek Dikti) Muhammad Nasir benar-benar dimanfaatkan Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak mendulang dukungan mendapatkan hak Otonomi Khusus (Otsus). Di depan Muhammad Nasir di Laim Etam kemarin (13/2), Awang memaparkan kenapa Kaltim ingin Otsus.
Nasir ke Kaltim untuk menghadiri penyerahan aset Pemprov Kaltim berupa tanah di Kampus Unmul Gunung Kelua Samarinda seluas 692.553 meter persegi, tanah Kampus Laboratorium Faperta Desa Manunggal Jaya Kecamatan Tenggarong Seberang Kukar, seluas 20.500 meter persegi. Kemudian tanah Kampus Unit Pelaksana (UP) Fakultas Ilmu Budaya UPT Balai Bahasa Samarinda seluas 5.475 meter persegi dan tanah Kampus FKIP eks SPGN  Samarinda seluas 32.025 meter persegi.
Awang mengatakan Kaltim sedang berjuang mendapatkan hak Otsus dan memerlukan banyak dukungan. Termasuk dari para menteri di Kabinet Kerja. Awang juga menegaskan, perjuangan Otsus tidak dimaksud untuk meminta seluruh bagian dari devisa yang disumbang Kaltim. Namun pembagian dana dari pusat harus diberikan lebih.
“Kami juga tidak mau semua dana kita bagi rata karena itu ajaran komunis. Kita cukup diberi keadilan dengan pembangunan yag sama seperti Pulau Jawa,” tuturnya.
Awang mencontohkan bagaimana megahnya Bandar Udara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman yang dulu disebut Bandara Sepinggan. Itu dampak dari pembangunan dan dana yang diberikan ke Kaltim. Jika Kaltim mendapat dana pembagian keuangan lebih banyak, Awang berjanji akan membangun Kaltim lebih maju.
“Bapak kan turun di Airport Balikpapan. Gimana rasanya? Kalau kami diberi dana lebih, saya akan bangun rumah yang nyaman untuk masyarakat Kaltim sendiri,” ujarnya.
Contoh lain, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) AW Sjahranie juga disebut memiliki fasilitas tingkat internasional. Sayang, kata Awang, sumber daya manusia (SDM) di rumah sakit pelat merah itu masih perlu dibina dan ditingkatkan. Untuk SDM, Awang meminta Unmul berperan di sana.
“Saya berobat ke Singapura. Sama saja dengan rumah sakit kita. Yang beda hanya SDM di sana jauh lebih mumpuni di banding di rumah sakit kita. Kedepannya, kita targetkan semua menjadi kelas internasional,” paparnya.  
Meski tidak menyebut secara spesifik, namun Nasir mengapresiasi semua yang dilakukan Awang dan mengatakan siap mendukung langkah memajukan masyarakat Kaltim. Dia juga mendukung Unmul mandiri agar bisa mengelola dirinya sendiri, meski masih harus dibantu APBD. “Kami mendukung Pak Awang. Apalagi saya dengar Kaltim sedang berjuang meningkatkan SDM juga,” pungkas Nasir. (sal/nin)

Edisi Sapos
  • Selasa, 31 Maret 2015
Search
Advertorial News
2 Hotel Murah Dengan Fasilitas Terbaik di Palembang

Saatnya berlibur bukan berarti waktunya menguras dompet sampai habis-habisan. Ketika…

Copyright @ 2010 Media Link. All Rights Reserved.