Newsticker : Home | Guestbook | Arsip | Epaper
Berita Rubrik Kaltim
Rabu, 18 Februari 2015

Flyover Membentang di Atas Taman Bhayangkara

Solusi Kemacetan Jika Trans Studio Dibangun

SAMARINDA. Untuk mengurai kemacetan yang akan terjadi jika Trans Studio dibangun di lahan eks Hotel Lamin Indah di Jalan Bhayangkara, Pemprov Kaltim segera membangun flyover atau jalan layang. Meski masih dalam proses perencanaan, diperkirakan flyover melintas di atas Taman Kota Bhayangkara yang kini dalam tahap pembangunan.
Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga Dinas PU Kaltim Joko Setiono menjelaskan, Detailed Engineering Design (DED) dan Feasibility Studi (FS) kini sedang dibuat. Dua komponen perencanaan tersebut akan disinergikan dengan program jalan lingkar Dinas Bina Marga dan Pengairan (DBMP) Samarinda.
“Kita akan bangun mulai dari Jalan Awang Long hinga Bhayangkara, tepatnya lokasi pembangunan Trans Studio,” tutur Joko, Selasa (17/2) siang kemarin.
Awalnya, rencana pembangunan flyover tersebut tidak memperhatikan pembangunan Taman Kota Bhayangkara. Pasalnya diperkirakan Joko sebelumnya, Jalan Awang Long dan Jalan Bhayangkara tidak akan ditutup total dan menjadi taman seperti saat ini. Namun belakangan, Pemkot Samarinda menutup akses itu dan menjadikan taman dan membuat jalan lingkar.
“Tadinya kami hanya berpikir halaman ruang parkir. Kalau hanya lokasi parkir, kami akan bangun flyover di atas taman itu. Tapi rencana bisa berubah tergantung masukan dari teman-teman konsultan,” sambungnya.
Sesuai rencana agenda, pasca rampungnya DED dan FS akan langsung dilaporkan ke gubernur. Direncanakan flyover dibangun tahun ini menggunakan APBD Perubahan Kaltim 2015. Joko juga mengaku sudah menemui DBMP untuk memastikan jenis pohon yang ditanam di taman tersebut.
Apakah nantinya pohon itu tumbuh tinggi atau tidak. Hal itu juga akan mempengaruhi desain flyover. “Apakah nanti membangun di atas ketinggian pohon atau bagaimana, itu yang belum kita tahu,” terangnya.
Sementara itu, untuk menunjang pembangunan flyover, dipastikan Joko tidak akan ada pembebasan lahan warga. Cukup dengan menutup drainase dan menjadikannya parit tertutup agar bisa digunakan sebagai bagian dari badan jalan. Jika sesuai desain, maka dari sisi kiri dan kanan bisa dilebarkan menjadi 2-3 meter. “Nanti bisa kita buat empat lajur untuk mengurangi kemacetan kalau Trans Studio dibangun di sana,” pungkasnya. (sal/nin)

Edisi Sapos
  • Minggu, 5 Juli 2015
Search
Advertorial News
Dahlan Menyapa lewat Video

SEJAK diluncurkan 7 Juni lalu, situs www.gardudahlan.com telah dikunjungi lebih…

Copyright @ 2010 Media Link. All Rights Reserved.