Newsticker : Home | Guestbook | Arsip | Epaper
Berita Rubrik Kaltim
Rabu, 25 September 2013

“Bupati” Tilep Rp 240 Juta

Penipuan Modus Jual Beli Online

SAMARINDA. Berhati-hatilah saat melakukan transaksi jual beli menggunakan sistem online. Bisa jadi orang yang menawarkan barang atau berniat membeli adalah penipu. Dan korban penipuan lewat jual beli online tersebut dialami Iskandarsyah (47), warga Jalan Untung Suropati, Kelurahan Karang Asam Ulu, Kecamatan Sungai Kunjang. Berniat membeli dua mobil merek Daihatsu Taft, Iskandarsyah malah gigit jari. Uangnya Rp 240 juta lenyap ditilep penipu, yang mengaku sebagai Bupati Kutai Barat (Kubar) Ismail Thomas dan Kepala Satpol PP Kubar Maruli, Jumat (19/9) lalu.
Karena percaya pemilik mobil yang hendak dibelinya adalah pejabat, Iskandarsyah manut saja ketika berkomunikasi lewat telepon dan diminta mentransfer uang pembayaran ke beberapa nomor rekening.
Iskandarsyah dapat nomor telepon penipu dari kategori yang tertera di laman penawaran jual beli online, yang dibuat penipu. Selain nomor telepon, penipu juga memasang gambar mobil yang ditawarkan.
“Korban (Iskandarsyah, Red) menghubungi nomor telepon yang tertera di bawah gambar mobil yang ditawarkan. Dari situ terjalin komunikasi antara korban dan pelaku, yang mengaku sebagai pejabat di Kaltim (Ismail Thomas dan Maruli, Red),” kata Kapolresta Samarinda, Kombes Pol Wisnu Sutirta melalui Kasat Reskrim Kompol Feby DP Hutagalung.
Begitu percaya Iskandarsyah, ia  mau saja disuruh mengirim uang beberapa kali. Merasa pembayaran harga mobil yang disepakati telah dilunasi, Iskandarsyah meminta supaya mobil yang dibelinya dikirim.
Namun sayang,  beberapa kali dihubungi nomor telepon yang biasa digunakan Iskandarsyah dan penipu berkomunikasi tak aktif lagi. Dari situlah Iskandarsyah sadar kalau dia telah ditipu.
“Sebenarnya saya tidak pernah bertemu dengan namanya Bupati Kubar (Ismail Thomas, Red) dan Kepala Satpol PP Kubar (Maruli, Red),” jelas Iskandarsyah kepada polisi yang menerima pengaduannya.
Tanpa pikir panjang lagi, Iskandarsyah pun menuju Mapolresta Samarinda untuk mengadukan penipuan yang dialaminya.
“Kasusnya masih kami selidiki. Apakah benar ada kaitan dengan salah seorang pejabat belum bisa dipastikan. Dugaan kami itu hanya modus penipu untuk memperlancar aksinya saja,” pungkas Feby. (rin/upi)

Edisi Sapos
  • Selasa, 21 Oktober 2014
Search
Latest Guestbook
Uzi
Senin, 28 Oktober 2013 16:42:2
pak Pol.. alangkah lebih abik jika untuk pembelajaran bagi pelaku balap liar, motornya di hancurkan…
anonymous
Senin, 28 Oktober 2013 12:13:3
Tolong donk buat pemkot kita nie perhatiin soal parit^ juga kali ga mesti jalanan aj xg ditinggiin klo…
arnafani
Sabtu, 19 Oktober 2013 08:54:1
Sekedar usulan buat dishub kota samarinda. Untuk kendaraan yg mau masuk ke jl.otista melalui jemb.ar.hakim…
Didi
Jumat, 19 Juli 2013 02:41:57
Anak-anak alay yang ngebut naik motor habis tarawih dan membahayakan orang-orang yg kebanyakan baru…
kussadi
Selasa, 16 Juli 2013 09:00:15
tolong dong pak walikota berikan kami air bersih/pdam yang sudah beberapa bulan ini mati di perumahan…
Muriono
Selasa, 16 Juli 2013 00:31:56
Waspada bulan Ramadhan terhadap Pencurian kendaraan R2,Penjambretan sepulang dari Bank,kontrol Kunci…
badui ismail
Minggu, 14 Juli 2013 17:36:23
Kepada pemerhati hukum di samarinda,mau tanya apa boleh seorang pejabat yg sdh pernah dijatuhi hukuman…
yanasib
Sabtu, 13 Juli 2013 04:18:46
buat pemkot samarinda,tolong di tegur/di tindak tegas bagi pekerja alat berat yg berada di jalan padat…
ari
Senin, 8 Juli 2013 06:22:07
knp pemasangan air diGunung Lingai sampai dikenakan biaya sampai 3.500.000 ? pdhl intek air hanya sktr…
yudi
Jumat, 5 Juli 2013 10:56:28
bagi yang melihat plat no kendaraan KT 5866 DS , new jupiter mx putih tolong hub:082254195335 , karena…
Copyright @ 2010 Media Link. All Rights Reserved.