Newsticker : Home | Guestbook | Arsip | Epaper
Berita Rubrik Kaltim
Selasa, 26 November 2013

DPRD-Pemprov Sepakat Rp 13,9 T

KUA-PPAS APBD 2014 Prioritaskan Infrastruktur, SDM dan Pertanian

PARIPURNA ke-29 DPRD Kaltim, Senin (25/11) kemarin berbuah Nota Kesepakatan tentang Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kaltim 2014.
Hal ini ditandai dengan laporan Banggar terhadap kesepakatan KUA dan PPAS, dilanjutkan penandatanganan Nota Kesepakatan oleh eksekutif dan legislatif, yakni Wakil Gubernur Kaltim Farid Wadjdy dan Ketua sementara DPRD Kaltim M Syahrun.
“Setelah ini Badan Anggaran DPRD Kaltim dipersilakan mengadakan rapat internal serta rapat bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Kaltim untuk memerhatikan skala prioritas pembiayaan-pembiayaan pembangunan yang berpihak kepada rakyat,” ungkap M Syahrun.
M Syahrun juga mengingatkan kepada semua anggota DPRD untuk fokus pada prioritas pembangunan Kaltim, yaitu pembangunan infrastruktur, pengembangan sumber daya manusia dan pembangunan pertanian dalam arti luas.
Terkait kesepakatan KUA dan PPAS tersebut, dijelaskannya bahwa hingga pada tahap kesepakatan, proses pembahasan telah dilakukan sesuai prosedur. Yakni dimulai dengan pembahasan Raperda tentang APBD Tahun 2014, penyampaian nota rancangan KUA dan PPAS APBD Kaltim 2014 oleh Pemprov Kaltim, kemudian pembahasan rancangan KUA dan PPAS bersama Banggar DPRD Kaltim dan TAPD.
Rapat Paripurna yang dipimpin M Syahrun dan didampingi Wakil Ketua Yahya Anja, Agus Santoso, dan Hadi Mulyadi tersebut menyepakati KUA dan PPAS Tahun Anggaran 2014 senilai Rp 13,9 triliun. Di mana rincian dana tersebut atas ketetapan pendapatan pada APBD Kaltim sebesar Rp 12,1 triliun, belanja daerah Rp 13,8 dengan defisit senilai Rp 1,6 triliun, dan pembiayaan yang terdiri atas pembiayaan penerimaan dan pengeluaran senilai Rp 1,6 triliun.
Melalui Sekretaris Banggar DPRD Fachruddin Djaprie dikatakan, kebijakan optimalisasi dilakukan baik pada penerimaan dan pengeluaran.
“Pada sisi penerimaan telah dilakukan dengan peningkatan pendapatan melalui intensifikasi dan ekstensifikasi pendapatan daerah. Selain itu optimalisasi belanja tak langsung, belanja langsung dan pembiayaan pengeluaran,” ungkap pria yang juga Sekretaris DPRD Kaltim ini.
Selain itu, lanjutnya, DPRD dan Pemprov Kaltim juga telah sepakat mengenai prioritas program-program dan kegiatan yang dialokasikan pada anggaran APBD 2014 seperti merealisasikan program-program prioritas dan mendesak, sesuai dokumen perencanaan dan RKPD 2014 Kaltim, serta kebijakan yang telah disepakati antara Pemprov dengan DPRD Kaltim.
“Program tersebut meliputi pembangunan infrastruktur dasar yang dibiayai dengan sistem tahun jamak. Harapannya rancangan APBD tahun anggaran 2014 yang telah disepakati dan ditetapkan mampu memberikan dampak akhir peningkatan kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat Kaltim,” sebutnya. (Humas DPRD/lee)

Edisi Sapos
  • Selasa, 26 Mei 2015
Search
Advertorial News
2 Hotel Murah Dengan Fasilitas Terbaik di Palembang

Saatnya berlibur bukan berarti waktunya menguras dompet sampai habis-habisan. Ketika…

Copyright @ 2010 Media Link. All Rights Reserved.