Newsticker : Home | Guestbook | Arsip | Epaper
Berita Rubrik Metropolis
Jumat, 7 Februari 2014

Anggaran Habis, Jembatan Muara Mandek

Dialokasikan Lagi di APBD 2014

SAMARINDA. Bertambah lagi proyek mandek di Kota Samarinda. Pembangunan pelebaran jalan di Simpang Muara sudah sebulan ini tak terlihat lagi aktivitas pekerjaannya. Tak ada pemancangan tiang, tidak pula terlihat pekerja di lokasi. Tiang-tiang yang sudah terpancang dibiarkan begitu saja.
Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Proyek Pelebaran Simpang Muara, Irawan, mengakui, saat ini pekerjaannya dihentikan. Tapi hanya sementara sambil menunggu anggaran tahun 2014 keluar.
Pekerjaan yang dianggarkan di 2013 lalu, memang hanya sebatas pengadaan material dan pemancangan tiang baja. Itu pun belum semua tiang ditanam. Baru 50 titik tiang pancang yang ditanam.
Karena seperti diketahui, di 2013 anggaran yang dialokasikan untuk pembangunan pelebaran jalan tersebut hanya Rp 15 miliar. Sementara total dana yang dibutuhkan dalam perencanaan Rp 69 miliar. Sisanya dianggarkan di 2014 yang dananya diperkirakan baru turun sekitar Maret tahun ini.
“Saat ini dari anggaran yang tersedia, sudah 50 titik di sungai yang sudah terpancang. Sementara pile slab-nya sekitar 300 meter. Berarti total tiang pancangnya nanti sekitar 240 titik. Sisanya kita menunggu anggaran tahun ini, baru kita kerjakan lagi," ungkap Irawan.
Untuk konstruksi jembatan ini, model pile slab atau sama dengan model Jalan Gadjah Mada yang baru. Arahnya juga ke sungai sehingga tidak memerlukan pembebasan lahan, sehingga pekerjaan bisa lebih cepat.
“Ini yang menjadi pertimbangan kenapa kami membangun di sana. Walaupun sebenarnya ada juga opsi untuk membebaskan lahan pedagang-pedagang amplang di Muara, namun biasanya masalah sosial itu yang sulit. Sementara kita perlu solusi untuk memecah kemacetan di seputaran kawasan itu. Makanya kita membangun di sebelah sungai," jelasnya lagi.
Irawan optimistis dibangunnya jembatan itu akan efektif memecah kemacetan, karena persimpangan Muara adalah pertemuan kendaraan yang datangnya dari Jalan RE Martadinata dan Jalan Pangeran Antasari serta Jalan Slamet Riyadi. Dengan adanya jalan itu, jalur kendaraannya akan terpecah. (lin/nin)

Edisi Sapos
  • Jumat, 25 April 2014
Search
Latest Guestbook
Uzi
Senin, 28 Oktober 2013 16:42:2
pak Pol.. alangkah lebih abik jika untuk pembelajaran bagi pelaku balap liar, motornya di hancurkan…
anonymous
Senin, 28 Oktober 2013 12:13:3
Tolong donk buat pemkot kita nie perhatiin soal parit^ juga kali ga mesti jalanan aj xg ditinggiin klo…
arnafani
Sabtu, 19 Oktober 2013 08:54:1
Sekedar usulan buat dishub kota samarinda. Untuk kendaraan yg mau masuk ke jl.otista melalui jemb.ar.hakim…
Didi
Jumat, 19 Juli 2013 02:41:57
Anak-anak alay yang ngebut naik motor habis tarawih dan membahayakan orang-orang yg kebanyakan baru…
kussadi
Selasa, 16 Juli 2013 09:00:15
tolong dong pak walikota berikan kami air bersih/pdam yang sudah beberapa bulan ini mati di perumahan…
Muriono
Selasa, 16 Juli 2013 00:31:56
Waspada bulan Ramadhan terhadap Pencurian kendaraan R2,Penjambretan sepulang dari Bank,kontrol Kunci…
badui ismail
Minggu, 14 Juli 2013 17:36:23
Kepada pemerhati hukum di samarinda,mau tanya apa boleh seorang pejabat yg sdh pernah dijatuhi hukuman…
yanasib
Sabtu, 13 Juli 2013 04:18:46
buat pemkot samarinda,tolong di tegur/di tindak tegas bagi pekerja alat berat yg berada di jalan padat…
ari
Senin, 8 Juli 2013 06:22:07
knp pemasangan air diGunung Lingai sampai dikenakan biaya sampai 3.500.000 ? pdhl intek air hanya sktr…
yudi
Jumat, 5 Juli 2013 10:56:28
bagi yang melihat plat no kendaraan KT 5866 DS , new jupiter mx putih tolong hub:082254195335 , karena…
Copyright @ 2010 Media Link. All Rights Reserved.