Newsticker : Home | Guestbook | Arsip | Epaper
Berita Rubrik Metropolis
Kamis, 13 Februari 2014

Discipkatakot Jamin Kualitas Tak Masalah

Khusus yang Tak Sesuai Volume, Uangnya Siap Dikembalikan

SAMARINDA. Dinas Cipta Karya dan Tata Kota (Discipkatakot) Samarinda menjamin jika semua paket pekerjaan yang mereka tangani sepanjang 2013 lalu tidak bermasalah, utamanya menyangkut kualitas. Pasalnya, pengerjaan di lapangan selalu mereka awasi baik dari proses hingga evaluasinya.
Namun bila Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menganggap ada yang bermasalah terkait kualitas, kemungkinan besar itu karena kesalahan pihak lain. Termasuk material berupa ready mix yang dipesan dari distributor.
“Yang jelas, untuk kualitas jalan yang disemen baru bisa diukur setelah 20 hari. Itu harusnya tidak digunakan sama sekali. Sementara di Samarinda, baru tiga hari ditutup saja masyarakat sudah mengamuk. Ya, kebanyakan pertimbangan sosial di sini," ujar Sekretaris Discipkatakot Herwan Rifai saat ditemui Sapos kemarin siang.
Herwan menjamin saat ini kondisi di lapangan bisa dijamin secara kualitas. Herwan mengakui, dari 28 lokasi jalan yang dianggap bermasalah oleh BPK, 11 di antaranya milik Discipkatakot dan 17 lainnya dari Dinas Bina Marga dan Pengairan (DBMP). Namun dengan pertimbangan tertentu, lokasi jalan-jalan yang dianggap bermasalah itu tidak dibuka ke publik.
 “Tapi salah satunya di Gunung Lingai, Sungai Pinang. Bisa dicek kondisinya di lapangan. Bagus saja kualitasnya," sebutnya.
Karena secara kualitas dianggap bagus, sehingga tak ada masalah. Bahkan masih sesuai kontrak kerja. Namun untuk volume pekerjaan ia tak menjamin. Meski begitu, dipastikan tidak semuanya.
“Yang jelas, di kita tidak masalah untuk yang volumenya tidak sesuai dan diminta untuk dikembalikan uangnya. Sudah kita komunikasikan juga dengan pihak kontraktornya," tutur Herwan.
Bahkan lanjut dia, jauh sebelum ini Discipkatakot sudah mengantisipasinya. Pembayaran untuk semua proyek dari APBD 2013 baru dibayar 80 persen. Sedangkan 20 persen yang lain masih ditahan sebagai antisipasi. Termasuk untuk pekerjaan yang penyelesaiannya terlambat sehingga dikenakan denda.
“Nah, yang terlambat itu harus bayar denda dulu, baru dicairkan yang 20 persennya. Sedangkan yang volumenya dianggap tidak sesuai, bisa kita pakai anggarannya untuk dikembalikan ke kas negara," pungkas Herwan. (yes/nin)

Edisi Sapos
  • Minggu, 27 Juli 2014
Search
Latest Guestbook
Uzi
Senin, 28 Oktober 2013 16:42:2
pak Pol.. alangkah lebih abik jika untuk pembelajaran bagi pelaku balap liar, motornya di hancurkan…
anonymous
Senin, 28 Oktober 2013 12:13:3
Tolong donk buat pemkot kita nie perhatiin soal parit^ juga kali ga mesti jalanan aj xg ditinggiin klo…
arnafani
Sabtu, 19 Oktober 2013 08:54:1
Sekedar usulan buat dishub kota samarinda. Untuk kendaraan yg mau masuk ke jl.otista melalui jemb.ar.hakim…
Didi
Jumat, 19 Juli 2013 02:41:57
Anak-anak alay yang ngebut naik motor habis tarawih dan membahayakan orang-orang yg kebanyakan baru…
kussadi
Selasa, 16 Juli 2013 09:00:15
tolong dong pak walikota berikan kami air bersih/pdam yang sudah beberapa bulan ini mati di perumahan…
Muriono
Selasa, 16 Juli 2013 00:31:56
Waspada bulan Ramadhan terhadap Pencurian kendaraan R2,Penjambretan sepulang dari Bank,kontrol Kunci…
badui ismail
Minggu, 14 Juli 2013 17:36:23
Kepada pemerhati hukum di samarinda,mau tanya apa boleh seorang pejabat yg sdh pernah dijatuhi hukuman…
yanasib
Sabtu, 13 Juli 2013 04:18:46
buat pemkot samarinda,tolong di tegur/di tindak tegas bagi pekerja alat berat yg berada di jalan padat…
ari
Senin, 8 Juli 2013 06:22:07
knp pemasangan air diGunung Lingai sampai dikenakan biaya sampai 3.500.000 ? pdhl intek air hanya sktr…
yudi
Jumat, 5 Juli 2013 10:56:28
bagi yang melihat plat no kendaraan KT 5866 DS , new jupiter mx putih tolong hub:082254195335 , karena…
Copyright @ 2010 Media Link. All Rights Reserved.