Newsticker : Home | Guestbook | Arsip | Epaper
Berita Rubrik Metropolis
Selasa, 25 Februari 2014

Pengusaha Konstruksi Ajak BPK Diskusi

Bahas Standar Pengukuran Kualitas Beton

SAMARINDA. Para kontraktor konstruksi di Kota Samarinda sepertinya tetap tidak terima tentang temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Samarinda, terkait 28 ruas jalan bermasalah yang dibangun dengan dana APBD Samarinda 2013. Terutama mengenai kualitas cor beton jalan yang disebut tak sesuai standar. Pasalnya, semua proyek tersebut dikait-kaitkan dengan pekerjaan yang mereka jalankan selama ini. Karena itu, mereka berharap agar semua pihak terkait bisa duduk bersama guna membahas masalah ini. Termasuk Pemkot, BPK, serta tim ahli teknik sipil yang selama ini digandeng BPK dalam melakukan pengukuran di lapangan.
"Sebenarnya kami juga tidak mau menyalahkan siapa-siapa dalam persoalan ini. Karena memang tidak ada yang pantas disalahkan. Hanya kita ingin agar semua pihak bisa duduk satu meja guna menyamakan persepsi. Terutama standar kualitas seperti apa yang diinginkan bersama, biar ke depan masalah yang sama tidak terulang kembali," ujar Ketua Asosiasi Kontraktor Konstruksi Indonesia (Aksindo) Kota Samarinda, Umar Ibrahim, kemarin.
Menurutnya, masalah utama ada pada teknik pengambilan sampel. Sesuai standar konstruksi beton, lanjut Umar, teknik pengambilan sampel yang berlaku saat ini adalah sistem kubus. Dengan metode itu, sampel uji harus diambil sebelum semen cair (ready mix) ditumpahkan. Selebihnya ia juga memastikan, bila disimpan hingga waktu yang lama, kualitas sampel semen cair akan tetap sama meski menggunakan sistem pengukuran apapun. Alasannya, perusahaan ready mix juga sudah menetapkan kualitas produk sesuai kelas jalan yang dibangun.
"Dan itu sangat tidak mungkin untuk dimanipulasi. Nah, saya sendiri berani menjamin, tidak ada satupun kontraktor yang berani bermain dengan kualitas material. Karena untungnya tidak seberapa, sementara risikonya sangat besar," katanya.
Meskipun demikian, ia tetap tak bisa menjamin bahwa kualitas pekerjaan yang ada di Kota Samarinda selama ini memang bagus dan sesuai standar. Karena untuk proyek yang menggunakan molen alias pencampuran semen secara manual, tentu kualitasnya tidak sebaik ready mix.
“Makanya ke depan, kalau mau, BPK dan Pemkot serta Aksindo siapkan masing-masing satu orang untuk mengawasi pekerjaan. Biar biayanya kami yang tanggung juga tidak menjadi masalah,” ujarnya memberi solusi.
Sementara itu, selain sistem kubus, ia juga menyarankan metode Hammer Test. Aksindo sendiri juga memiliki alat uji kualitas beton tersebut. “Kita punya alatnya. Dan kalau mau menguji, sesuai standar bisa menggunakan dua sistem pengambilan sampel ini,” timpalnya sembari memperlihatkan alat dimaksud.
Jika dua sistem tersebut dianggap berbeda atau tidak membuahkan hasil yang maksimal, maka langkah terakhir yang ia sarankan adalah menggunakan sistem kordil. Metode ini dilakukan dengan mengambil sampel berbentuk tabung, lewat beton yang dibor.
“Tapi pantauan kami di lapangan, tim yang digandeng BPK justru langsung pakai sistem kordil. Padahal kita tahu bersama bahwa kordil ini hampir sama dengan bor. Gesekannya membuat materialnya menjadi panas sehingga secara otomatis mengurangi kualitas material itu sendiri,” terangnya berusaha merincikan.
Perbedaan persepsi inilah yang disebut Umar harus dikoordinasikan semua pihak. Agar kualitas pembangunan terjamin, dan tidak merugikan keuangan negara.
“Kalau seperti ini terus, bisa jadi tidak ada lagi kontraktor yang berminat bekerja. Tentunya ini akan menjadi ancaman pembangunan ke depan,” pungkas Umar. (yes/lee)

Edisi Sapos
  • Senin, 21 April 2014
Search
Latest Guestbook
Uzi
Senin, 28 Oktober 2013 16:42:2
pak Pol.. alangkah lebih abik jika untuk pembelajaran bagi pelaku balap liar, motornya di hancurkan…
anonymous
Senin, 28 Oktober 2013 12:13:3
Tolong donk buat pemkot kita nie perhatiin soal parit^ juga kali ga mesti jalanan aj xg ditinggiin klo…
arnafani
Sabtu, 19 Oktober 2013 08:54:1
Sekedar usulan buat dishub kota samarinda. Untuk kendaraan yg mau masuk ke jl.otista melalui jemb.ar.hakim…
Didi
Jumat, 19 Juli 2013 02:41:57
Anak-anak alay yang ngebut naik motor habis tarawih dan membahayakan orang-orang yg kebanyakan baru…
kussadi
Selasa, 16 Juli 2013 09:00:15
tolong dong pak walikota berikan kami air bersih/pdam yang sudah beberapa bulan ini mati di perumahan…
Muriono
Selasa, 16 Juli 2013 00:31:56
Waspada bulan Ramadhan terhadap Pencurian kendaraan R2,Penjambretan sepulang dari Bank,kontrol Kunci…
badui ismail
Minggu, 14 Juli 2013 17:36:23
Kepada pemerhati hukum di samarinda,mau tanya apa boleh seorang pejabat yg sdh pernah dijatuhi hukuman…
yanasib
Sabtu, 13 Juli 2013 04:18:46
buat pemkot samarinda,tolong di tegur/di tindak tegas bagi pekerja alat berat yg berada di jalan padat…
ari
Senin, 8 Juli 2013 06:22:07
knp pemasangan air diGunung Lingai sampai dikenakan biaya sampai 3.500.000 ? pdhl intek air hanya sktr…
yudi
Jumat, 5 Juli 2013 10:56:28
bagi yang melihat plat no kendaraan KT 5866 DS , new jupiter mx putih tolong hub:082254195335 , karena…
Copyright @ 2010 Media Link. All Rights Reserved.