Newsticker : Home | Guestbook | Arsip | Epaper
Berita Rubrik Metropolis
Rabu, 26 Februari 2014

Tunjangan PNS Pemkot Akan Dievaluasi

Zulfakar: Hindari Rumus "8-0-4"

SAMARINDA. Sekretaris Kota (Sekkot) Samarinda, Zulfakar ternyata sudah mengetahui jika selama ini cukup banyak pegawai yang dituding bertindak licik di lingkungan Pemkot Samarinda. Terutama terkait etos kerja hanya untuk mengejar Tunjangan Tambahan Penghasilan (TTP) yang baru diberlakukan setahun belakangan. Karena itu, ia memastikan bahwa TTP tahun ini bakal lebih diperketat. Bahkan akan dievaluasi tuntas.
“TTP itu kan kita berikan kepada para pegawai sebagai motivasi untuk meningkatkan kinerja kerja. Jadi dengan TTP ini, kita berharap supaya kinerja meningkat. Kalau hanya jalan di tempat (kemajuan pekerjaannya, Red), ya sama saja,” ujar Zulfakar saat ditemui di sela-sela syukuran kantor Pengujian Kendaraan Bermotor (PKB) milik Dinas Perhubungan (Dishub) di Jalan HM Ardans (Ring Road III), Samarinda Utara, kemarin.
Selama ini, sistem absensi sidik jari memang diberlakukan untuk menjaga disiplin kerja pegawai, namun ia tak menampik jika masih ada yang berlaku curang. Yakni hanya datang pada pagi hari untuk "setor sidik jari", setelah itu menghilang dan baru kembali untuk absensi di sore hari menjelang jam pulang kantor.
“Ini yang tidak baik. Makanya kami minta supaya hindari rumus '8-0-4'. Datang pagi jam 8 dan pulang tepat jam 4 (16.00 Wita, Red). Tapi tengah hari kosong (0, Red). Ya, ini namanya tidak ada upaya bekerja untuk perbaikan kinerja. Karena di tengahnya bolong,” sebutnya.
Karena itu, ia menegaskan bahwa harus ada upaya evaluasi dan perbaikan kinerja ke depan. Salah satu indikasinya adalah dengan mengkondisikan agar para pegawai tetap berada di kantor sepanjang hari demi konsentrasi pada tugas dan tanggung jawabnya masing-masing.
“Kita rencananya berlakukan SKP (Sasaran Kerja Pegawai, Red). Jadi setiap hari wajib melaporkan apa saja yang dikerjakan. Di sini bisa membuat pegawai lebih disiplin,” tuturnya.
Kata Ketua Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangakatan (Baperjakat) Pemkot Samarinda itu, ke depan akan ada Surat Keputusan (SK) wali kota terkait perbaikan kinerja. Lengkap dengan sanksi yang bakal diberlakukan.
“Misalkan dengan dipotong TTP-nya. Untuk teknik pelaporan ini, nanti akan diatur di masing-masing SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah, Red),” pungkas Zulfakar. (yes/lee)

Edisi Sapos
  • Jumat, 31 Oktober 2014
Search
Latest Guestbook
Uzi
Senin, 28 Oktober 2013 16:42:2
pak Pol.. alangkah lebih abik jika untuk pembelajaran bagi pelaku balap liar, motornya di hancurkan…
anonymous
Senin, 28 Oktober 2013 12:13:3
Tolong donk buat pemkot kita nie perhatiin soal parit^ juga kali ga mesti jalanan aj xg ditinggiin klo…
arnafani
Sabtu, 19 Oktober 2013 08:54:1
Sekedar usulan buat dishub kota samarinda. Untuk kendaraan yg mau masuk ke jl.otista melalui jemb.ar.hakim…
Didi
Jumat, 19 Juli 2013 02:41:57
Anak-anak alay yang ngebut naik motor habis tarawih dan membahayakan orang-orang yg kebanyakan baru…
kussadi
Selasa, 16 Juli 2013 09:00:15
tolong dong pak walikota berikan kami air bersih/pdam yang sudah beberapa bulan ini mati di perumahan…
Muriono
Selasa, 16 Juli 2013 00:31:56
Waspada bulan Ramadhan terhadap Pencurian kendaraan R2,Penjambretan sepulang dari Bank,kontrol Kunci…
badui ismail
Minggu, 14 Juli 2013 17:36:23
Kepada pemerhati hukum di samarinda,mau tanya apa boleh seorang pejabat yg sdh pernah dijatuhi hukuman…
yanasib
Sabtu, 13 Juli 2013 04:18:46
buat pemkot samarinda,tolong di tegur/di tindak tegas bagi pekerja alat berat yg berada di jalan padat…
ari
Senin, 8 Juli 2013 06:22:07
knp pemasangan air diGunung Lingai sampai dikenakan biaya sampai 3.500.000 ? pdhl intek air hanya sktr…
yudi
Jumat, 5 Juli 2013 10:56:28
bagi yang melihat plat no kendaraan KT 5866 DS , new jupiter mx putih tolong hub:082254195335 , karena…
Copyright @ 2010 Media Link. All Rights Reserved.