Newsticker : Home | Guestbook | Arsip
Berita Rubrik Metropolis
Rabu, 1 September 2010

Pemkot Sebut Bisa Dikendalikan



Wacana pembekuan sejumlah organisasi kemasyarakatan (ormas) yang dinilai anarkis, cukup menyedot perhatian Pemkot Samarinda. Asisten I Bidang Hukum dan Pemerintahan Setkot Samarinda, Diwansyah mengatakan, sejauh ini beberapa ormas yang berkembang di Kota Tepian, relatif dapat dikendalikan.
"Dalam artian tak ada tindakan-tindakan di luar kewajaran yang dilakukan kumpulan ormas-ormas yang hidup di Samarinda. Jadi tak ada yang perlu dirisaukan," ujar Diwansyah, kepada Sapos.
Maraknya aksi anarkis yang dilakukan sejumlah ormas membuat pemerintah geram. Wacana untuk membekukan ormas yang dinilai kerap bermain hakim sendiri pun menguat. Bahkan wacana ini dilontarkan sendiri oleh pemerintah.
Setiap organisasi kemasyarakatan yang melanggar aturan, akan ditindak sesuai tingkat terjadinya pelanggaran, yakni tingkat kabupaten, provinsi atau nasional.
Jika pelanggaran dilakukan oleh ormas di tingkat provinsi maka sanksi hanya diberikan pada ormas di tingkat provinsi tersebut. Apabila ormas tingkat nasional yang melakukan pelanggaran, maka yang dikenai sanksi adalah ormas di tingkat nasional tersebut.
Sanksi tidak hanya diberikan pada kepengurusan ormas tersebut, tetapi juga bagi anggota ormas yang melakukan tindak pidana.
Menanggapi hal tersebut, Diwansyah mengatakan, kalau pun terdapat ormas yang terbukti melakukan tindakan anarkis pemkot tentu tak akan tinggal diam.
"Kita akan lihat garis instruksi organisasi tersebut. Kalau bersifat vertikal yang memiliki pengurus pusat, tentu langkah yang kita ambil harus mengkoordinasikan dulu dengan pengurus lainnya. Tapi kalau ormas bersangkutan hanya dibentuk di tingkatan daerah, Pemkot bisa mengambil tindakan tegas," urainya lagi.
Kendati secara umum, perkembangan sejumlah ormas di Kota Tepian relatif pesat. Namun hal tersebut tidask diikuti dengan tindakan anarkis seperti yang terjadi di beberapa kota lainnya. Namun, Diwansyah tak memungkiri jika ada juga ormas-ormas yang bersifat represif saat terlibat terhadap permasalahan yang terjadi di masyarakat.
"Kalau disebut ada yang represif mungkin ia. Tapi tidak juga sampai anarkis," terang Diwansyah lagi. (ara)

Edisi Sapos
  • Minggu, 5 Februari 2012
Search
Latest Guestbook
dedi ms
Jumat, 2 Desember 2011 14:21:1
untuk management PT. SEMEN TONASA SAMARINDA. Truk angkutan KT. 8838 BJ pada hari Jumat (2 Des 2011)…
Sri
Kamis, 1 Desember 2011 15:51:0
Pak Walikota, tolong dong diperhatikan jalan lintas Bukuan-Palaran yang rusak parah....jadi kubangan…
kornel
Rabu, 30 November 2011 21:34:5
Usut tuntas masalah proses lelang perawatan jembatan Kukar yg roboh... simpang-siur di media, KPK harus…
Junani
Senin, 28 November 2011 18:51:
Ingin lagi membangun hotel dan mall...samarinda kebanyakan hotel dan mall, untuk tempat bermain anak2…
kidz
Senin, 28 November 2011 15:28:
mohon kpada yg berwenang,...untuk memperbaiki jalan jembatan mahakam yg tidak rata,..bukanx mengaspal…
Dustin
Rabu, 23 November 2011 13:19:4
Kpd Yth.Kepala Poltabes Smd utk menilang semua kendaraan yg parkir sembarangan khususnya di depan SCP,…
harhyz kelana
Rabu, 23 November 2011 12:32:1
mohon kesediaannya Bapak petinggi,jika memang citra di gusur atau di relokasi,siapkanlah lahan bangunx…
DRS.HM.Kurniadi
Rabu, 23 November 2011 10:29:2
Gang Nikmat tidak bisa ditutup. APA KARENA TAKUT KEHILANGAN KENIKMATANnya?
adriel
Jumat, 11 November 2011 07:55:
diminta perhatian nya kepada sang pemerintah dan walikota setempat dimanapun berada, tolong jalan padat…
bayu
Kamis, 10 November 2011 10:52:
Ttg pembersihan parkir peti kemas di smd,jgn asal pindahkan aja ke palaran..mau dibuat apa lgi palarn,…
Copyright @ 2010 Media Link. All Rights Reserved.