Newsticker : Home | Guestbook | Arsip | Epaper
Berita Rubrik Metropolis
Kamis, 7 November 2013

Semua Honorer Minta Diangkat Jadi PNS

Tuntut BKN Beri Kuota Proporsional

SAMARINDA. Pelaksanaan seleksi CPNS yang hanya dikhususkan bagi peserta kategori (K2) di Kota Samarinda, Minggu (3/11) lalu sepertinya belum memberikan kepuasan bagi para tenaga honorer di kota ini. Pasalnya, kuota 200 orang lebih yang diberikan Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB) melalui Badan Kepegawaian Nasional (BKN) itu, dinilai masih sedikit.
Bahkan sangat tidak sebanding dengan jumlah pegawai honorer yang ada di daerah. Dengan pertimbangan pengangkatan pegawai K2 hanya berakhir tahun ini, sehingga diminta kepada BKN untuk meloloskan semua pegawai K2 di kota ini menjadi PNS. Karena itu, para pegawai honorer yang tergabung dalam Forum Solidaritas Pegawai Tidak Tetap Harian (FSPTTH) Fesdikari Samarinda mengadukan permasalahan tersebut ke DPRD Samarinda, kemarin.
“Kami minta supaya DPRD bersama Pemkot Samarinda ikut mendukung langkah kami ini. Kami berkeinginan supaya kita bersama berjuang ke pusat. Kita minta supaya pembagian kuota CPNS untuk Samarinda dan Kaltim umumnya agar bisa lebih profesional dan sesuai kebutuhan di lapangan,” ujar Ketua FSPTTH Kota Samarinda, Wahyuddin, kemarin.
Ia menyebut, kuota yang diberikan selama ini masih sangat sedikit dan jauh dari rasional. Karena secara keseluruhan, jumlah kuota CPNS seluruh Indonesia adalah 600.000. Jika benar 30 persen di antaranya diperuntukkan bagi pegawai K2, maka setidaknya ada 216.000 pegawai K2 yang direkrut menjadi PNS tahun ini.
“Nah, 216.000 ini untuk seluruh Indonesia. Kalau dibagi rata untuk seluruh Indonesia, maka Kaltim bisa mendapat kuota 6.300. Jumlah pegawai K2 kita di Kaltim ini malah tidak sampai segitu. Palingan hanya sekitar 4.000-an. Jumlah terbanyak ada di Samarinda dengan total 1.000 lebih,” katanya.
Menurut Wahyuddin, jika Pemkot Samarinda dan Pemprov Kaltim berani memperjuangkan itu, maka dipastikan semua pegawai K2 di daerah ini bisa diangkat menjadi PNS. Apalagi, sebagian besar pegawai K2 di Kaltim merupakan tenaga pendidik yang sangat dibutuhkan di daerah ini.
“Ini karena kita melihatnya sesuai kebutuhan di daerah. Jadi sangat wajar kita perjuangkan. Insya Allah, kita akan bentuk tim khusus untuk memperjuangkan ini. Dalam waktu dekat kita akan ke BKN untuk mempertanyakan hal ini,” terang Wahyuddin.
Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Samarinda, Sarwono menyambut baik aspirasi para tenaga honorer tersebut. Menurut dia, sebenarnya hal tersebut menjadi ranah Pemkot. Namun sebagai wakil rakyat, sehingga pihaknya siap mengakomodasi dan memperjuangkannya.
“Samarinda ini masih perlu banyak guru. Jadi wajar saja aspirasi yang disampaikan para tenaga honorer itu. Tinggal bagaimana supaya bisa disinergikan dengan Kemenkeu (Kemnterian Keuangan, Red) sebelum pengesahan APBN. Karena ini nantinya akan berkaitan dengan gaji PNS,” kata Sarwono.
Menurut dia, tuntutan tersebut sangat beralasan. Karena Kaltim termasuk penyumbang terbesar bagi kas negara. Namun masih banyak SDM di daerah yang belum diperhatikan secara baik. “Berhasil atau tidaknya, itu persoalan kemudian, yang penting diperjuangkan dulu. Ibarat melamar anak gadis orang, kita harus punya sifat optimis,” sebutnya.
Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Samarinda, Akhmad Ramli enggan berkomentar banyak seputar masalah tersebut. Karena merasa hal tersebut merupakan ranah Badan Kepegawaian Daerah (BKD), sehingga ia tak ingin mencampurinya. Namun sebagai pengguna, Disdik sangat mendukung bila jumlah guru ditambah. “Tapi tergantung BKD. Yang jelas, kalau nanti mau diperjuangkan ke pusat, kita juga siap terlibat,” katanya. (yes/nin)

Edisi Sapos
  • Selasa, 2 September 2014
Search
Latest Guestbook
Uzi
Senin, 28 Oktober 2013 16:42:2
pak Pol.. alangkah lebih abik jika untuk pembelajaran bagi pelaku balap liar, motornya di hancurkan…
anonymous
Senin, 28 Oktober 2013 12:13:3
Tolong donk buat pemkot kita nie perhatiin soal parit^ juga kali ga mesti jalanan aj xg ditinggiin klo…
arnafani
Sabtu, 19 Oktober 2013 08:54:1
Sekedar usulan buat dishub kota samarinda. Untuk kendaraan yg mau masuk ke jl.otista melalui jemb.ar.hakim…
Didi
Jumat, 19 Juli 2013 02:41:57
Anak-anak alay yang ngebut naik motor habis tarawih dan membahayakan orang-orang yg kebanyakan baru…
kussadi
Selasa, 16 Juli 2013 09:00:15
tolong dong pak walikota berikan kami air bersih/pdam yang sudah beberapa bulan ini mati di perumahan…
Muriono
Selasa, 16 Juli 2013 00:31:56
Waspada bulan Ramadhan terhadap Pencurian kendaraan R2,Penjambretan sepulang dari Bank,kontrol Kunci…
badui ismail
Minggu, 14 Juli 2013 17:36:23
Kepada pemerhati hukum di samarinda,mau tanya apa boleh seorang pejabat yg sdh pernah dijatuhi hukuman…
yanasib
Sabtu, 13 Juli 2013 04:18:46
buat pemkot samarinda,tolong di tegur/di tindak tegas bagi pekerja alat berat yg berada di jalan padat…
ari
Senin, 8 Juli 2013 06:22:07
knp pemasangan air diGunung Lingai sampai dikenakan biaya sampai 3.500.000 ? pdhl intek air hanya sktr…
yudi
Jumat, 5 Juli 2013 10:56:28
bagi yang melihat plat no kendaraan KT 5866 DS , new jupiter mx putih tolong hub:082254195335 , karena…
Copyright @ 2010 Media Link. All Rights Reserved.