Newsticker : Home | Guestbook | Arsip | Epaper
Berita Rubrik Samarinda
Selasa, 24 Desember 2013

Puluhan Rumah di Pelita VII Kebanjiran

Karena Luapan Air Eks Galian Tambang Batu Bara

SAMARINDA. Puluhan rumah warga di Jalan Sultan Sulaiman, Pelita VII RT 18, Kelurahan Sambutan, Kecamatan Sambutan, terendam banjir setinggi hampir 50 cm. Banjir itu disebut-sebut bukan lantaran hujan yang deras, melainkan karena luapan air dari bekas galian tambang batu bara.
Banjir yang dialami warga setempat itu, diketahui sudah terjadi sejak satu tahun lalu, ketika banyak perusahaan tambang batu bara yang beroperasi, namun tak disertai dengan penanggulangan dampak serta kontribusi yang jelas bagi warga yang bermukim di sekitar areal tambang tersebut.
Hal itu diungkapkan M Paidi (30), salah satu warga setempat. Banjir tersebut merendam warung bakso miliknya.
"Ini yang paling parah. Kalau dari parit tinggi air lebih dari 1 meter. Rumah saya saja sudah ditinggikan setengah meter dan banjir kali ini hampir masuk ke dalam rumah saya," kata Paidi.
Meski banjir kerap merendam rumah dan warungnya, namun Paidi serta warga lainnya tak dapat berbuat banyak. Karena hingga kini tak ada perhatian yang diberikan perusahaan tambang batu bara maupun pemerintah.
"Di sini ada gorong-gorong tetapi tidak maksimal juga mengalirkan air. Sekarang ini badan jalan ditinggikan, pasti banjir nantinya semakin parah," ucap Paidi.
Kondisi yang dialami warga Pelita VII itu dibenarkan Lurah Sambutan Aliyas yang dikonfirmasi Sapos. Dikatakannya, banjir yang dialami warganya itu tengah ditangani Badan Lingkungan Hidup (BLH) Samarinda.
"Ada dua tambang yang sudah tidak beroperasi yang harus bertanggung jawab. Banjir itu disebabkan bekas galian tambang batu bara dari perusahaan tersebut. Dan sampai saat ini, mengenai tindakan yang dilakukan BLH dengan meminta pertanggungjawaban kedua perusahaan itu, belum jelas," kata Aliyas.
Hal senada juga dikatakan Camat Sambutan Siti Hasanah. Ia menyebut dua perusahaan itu adalah PT M dan PT AKA. Kedua perusahaan itu, ditegaskannya harus bertanggung jawab atas dampak banjir yang dialami warga.
"Seluruh persoalan banjir yang dialami warga, jauh hari sebelumnya sudah kami laporkan ke Pemkot. Dan kamipun menunggu tindak lanjutnya lantaran dua perusahaan yang dimaksud sudah tak beroperasi lagi," pungkasnya. (oke/lee)

Edisi Sapos
  • Sabtu, 31 Januari 2015
Search
Advertorial News
2 Hotel Murah Dengan Fasilitas Terbaik di Palembang

Saatnya berlibur bukan berarti waktunya menguras dompet sampai habis-habisan. Ketika…

Copyright @ 2010 Media Link. All Rights Reserved.