Newsticker : Home | Guestbook | Arsip | Epaper
Berita Rubrik Samarinda
Minggu, 6 April 2014

Dituduh Mencuri, Ladies Digebuki

Kepergok Gasak Uang di Mal Mesra Indah

SAMARINDA. Pengunjung mal Mesra Indah Jalan KH Khalid, Kelurahan Pasar Pagi, mendadak ramai. Mereka ramai-ramai "mengepung" pos Satpam, Sabtu (5/4) kemarin. Pasalnya di pos Satpan tersebut, telah diamankan seorang wanita yang dituding mencuri. Wanita yang diamankan tersebut adalah LS, (26), warga Jalan SMP 8, Kelurahan Rapak Dalam, Samarinda Seberang. LS dituduh melakukan pencurian pada salah satu pengunjung mal. Meski wanita, pengunjung yang marah sempat melayangkan beberapa pukulan ke wajah LS. Akibatnya wajah LS mengalami luka robek dan lebam.
Beruntung satpam mal sigap mengamankan LS, dengan cara menutup pintu pos pengamanan sampai sejumlah Polantas yang kebetulan berada dekat dengan Tempat Kejadian Perkara (TKP), menghubungi Polsekta Samarinda Ilir.
Riuh warga yang menyoraki LS dengan kalimat menghujat, menandakan LS bukanlah "pemain" baru dalam kasus pencurian di mal.
Berdasarkan pengakuan LS, saat ini ia bekerja sebagai ladies di beberapa tempat hiburan malam. Ia juga mengaku dulu pernah meringkuk di penjara lantaran terlibat kasus narkoba.
Sayang begitu Sapos bertanya lebih jauh, LS memilih bungkam dan hanya mengeluarkan kalimat mengelak. Ia juga membantas tudingan telah melakukan pencurian.
Dari keterangan diperoleh harian ini, LS dituding telah mencuri dompet seorang wanita di mal tersebut. Namun wanita yang menjadi korban, dari awal menyatakan enggan mengadukan kasus ini ke polisi.
Keterangan diperoleh dari sejumlah pengunjung, LS menjadi sasaran teriakan wanita, yang kala itu tengah berbelanja di salah satu outlet pakaian.
"Saya dengar teriakannya dan langsung ke sana (outlet pakaian, Red). Saya lihat sudah banyak pengunjung lain yang menangkap dia (LS, Red). Saya dengar-dengar dia dituduh mencuri uang," ujar salah seorang pengunjung yang namanya enggan dikorankan.
Kapolresta Samarinda Kombes Pol Antonius Wisnu Sutirta, melalui Kapolsekta Samarinda Ilir Kompol Yuniar Ariefianto kepada Sapos menyayangkan tindakan warga.
"Main hakim sendiri adalah tindakan yang salah. Karena belum tentu apa yang dituduhkan kepada terlapor (LS, Red) itu benar," ucap Yuniar.
Namun Yuniar memahami emosi pengunjung mal, karena kasus pencurian memang kerap terjadi.
"Hanya saja harus dipastikan terlebih dulu tuduhan itu. Yang lebih benar lagi, korban yang merasa dirugikan semestinya melapor. Namun dalam kasus ini belum ada laporan resminya," tandasnya. (oke/upi)

Edisi Sapos
  • Kamis, 18 Desember 2014
Search
Latest Guestbook
Uzi
Senin, 28 Oktober 2013 16:42:2
pak Pol.. alangkah lebih abik jika untuk pembelajaran bagi pelaku balap liar, motornya di hancurkan…
anonymous
Senin, 28 Oktober 2013 12:13:3
Tolong donk buat pemkot kita nie perhatiin soal parit^ juga kali ga mesti jalanan aj xg ditinggiin klo…
arnafani
Sabtu, 19 Oktober 2013 08:54:1
Sekedar usulan buat dishub kota samarinda. Untuk kendaraan yg mau masuk ke jl.otista melalui jemb.ar.hakim…
Didi
Jumat, 19 Juli 2013 02:41:57
Anak-anak alay yang ngebut naik motor habis tarawih dan membahayakan orang-orang yg kebanyakan baru…
kussadi
Selasa, 16 Juli 2013 09:00:15
tolong dong pak walikota berikan kami air bersih/pdam yang sudah beberapa bulan ini mati di perumahan…
Muriono
Selasa, 16 Juli 2013 00:31:56
Waspada bulan Ramadhan terhadap Pencurian kendaraan R2,Penjambretan sepulang dari Bank,kontrol Kunci…
badui ismail
Minggu, 14 Juli 2013 17:36:23
Kepada pemerhati hukum di samarinda,mau tanya apa boleh seorang pejabat yg sdh pernah dijatuhi hukuman…
yanasib
Sabtu, 13 Juli 2013 04:18:46
buat pemkot samarinda,tolong di tegur/di tindak tegas bagi pekerja alat berat yg berada di jalan padat…
ari
Senin, 8 Juli 2013 06:22:07
knp pemasangan air diGunung Lingai sampai dikenakan biaya sampai 3.500.000 ? pdhl intek air hanya sktr…
yudi
Jumat, 5 Juli 2013 10:56:28
bagi yang melihat plat no kendaraan KT 5866 DS , new jupiter mx putih tolong hub:082254195335 , karena…
Copyright @ 2010 Media Link. All Rights Reserved.