Newsticker : Home | Guestbook | Arsip | Epaper
Berita Rubrik Samarinda
Sabtu, 21 Juni 2014

Akil Siapkan Pembelaan Pribadi



JAKARTA. Tiga hari terakhir ini, bisa jadi merupakan hari yang cukup berat bagi tim penasehat hukum Akil Mochtar. Pasalnya, mereka tengah di-deadline untuk menyiapkan pembelaan terbaik bagi kliennya yang tersangkut kasus korupsi dan suap pilkada.
    Kenapa berat? Karena tuntutan yang diberikan Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK pada sidang awal pekan lalu sangat mengejutkan. Kliennya, yang juga merupakan mantan Ketua Mahkamah Konstitusi dituntut penjara seumur hidup plus denda Rp 10 miliar dan pencabutan hak politik untuk dipilih dan memilih.
    "Jujur kita katakan, ini memang berat. Makanya, pada sidang lalu kami meminta waktu lebih yakni dua minggu. Tetapi, karena tidak dikabulkan oleh majelis hakim, ya terpaksa harus memanfaatkan waktu yang ada (seminggu, red)," kata pengacara Akil Tamsil Sjoekoer.
    Tamsil mengatakan, dirinya beserta tim mengaku sudah siap.Namun ketika ditanya lebih lanjut langkah apa saja yang akan diambil. Dirinya tak mau menjabarkan secara detail. "Kami akan sampaikan di pengadilan saja. Kami ingin menjaga etika persidangan. Tidak seperti KPK yang membocorkan tuntutan seseorang pada media sebelum sidang digelar," sindir Tamsil.
    Ya, pada sidang lalu, selain berang karena tuntutan yang ada. Akil bersama tim pengacaranya juga mengaku kecewa pada pimpinan KPK karena membocorkan tuntutan di luar persidangan. "Buat apa ada sidang. Toh, hasilnya saya sudah tahu," amuk Akil ketika itu.
    Secara umum, Tamsil mengatakan pembelaan pasti masih seputar fakta yang terpapar di persidangan. Pihaknya, akan melakukan counter terhadap dakwaan jaksa yang terbukti mentah. Seperti apa" "Ya banyaklah, nanti saja di persidangan," kata dia.
    Selain pembelaan secara tim, Tamsil mengatakan Akil akan menyiapkan pembelaan secara pribadi. Itu terungkap ketika tim pembela hukum menyambangi Akil di rutan Jumat lalu. "Dari diskusi kami dengan beliau, memang benar seperti itu. Tapi soal apa dan bagaimana, ya tentunya Pak Akil sendiri yang mengetahui," tegasnya.
    Sidang dengan acara pembacaan pembelaan atau pledoi itu rencananya akan dihelat Senin (23/6) lusa di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta.
    Sebelumnya, Wakil Ketua KPK Busyro Muqoddas mengatakan tindak pidana korupsi yang dilakukan Akil Mochtar berdampak sangat besar. "Perkara ini menimbulkan konflik horisontal dan menciderai demokrasi, dampaknya sangat besar," ujar Busyro.
      Menurut dia apa yang dilakukan Akil sama dengan memberi kewenangan ilegal terhadap kepala daerah terpilih untuk memimpin dengan cara-cara yang tidak benar. "Korupsi seperti ini baru pertama kali di Indonesia," ungkapnya.
    Tindakan Akil juga dinilai pimpinan KPK merusak kelembagaan MK. Sebab MK selama ini dianggap sebagai lembaga yang mempunyai kewenangan paling decisive. Seperti misalnya menentukan presiden melanggar undang-undang atau tidak. Kewenangan seperti itu tak ada di lembaga lain. (nji/jpnn/upi)

Edisi Sapos
  • Kamis, 26 Februari 2015
Search
Advertorial News
2 Hotel Murah Dengan Fasilitas Terbaik di Palembang

Saatnya berlibur bukan berarti waktunya menguras dompet sampai habis-habisan. Ketika…

Copyright @ 2010 Media Link. All Rights Reserved.