Newsticker : Home | Guestbook | Arsip | Epaper
Berita Rubrik Samarinda
Minggu, 25 Januari 2015

Waspadai Pencuri Berkedok Sales

Warga Harus Hati-hati Orang Tak Dikenal

SAMARINDA. Kamis (22/1) lalu, warga RT 03, Kelurahan Rawa Makmur, Palaran dihebohkan ulah pria berpakaian rapi bernama Adi Kris (43). Pria yang tinggal di Jalan Kakap, Samarinda Ilir ini dipergoki Yuliana (26), masuk kamarnya saat ia baru pulang dari warung. Tak ayal, Edi pun langsung dikejar, ditangkap kemudian menjadi bulan-bulanan warga setempat hingga babak belur.
Untuk menghentikan bogem mentah yang mendarat ke arah kepala dan wajahnya, ia beralibi hendak menagih hutang. Namun alasan itu mentah, saat Yuliana mengaku tidak mengenal pria tersebut.
Setelah menjalani pemeriksaan di Mapolsekta Palaran, Edi akhirnya mengaku hendak mencuri di rumah korban. Namun aksinya tidak berhasil.
Kapolsekta Palaran Kompol Yosafat Sallata, melalui Kanit Reskrim Iptu Supriyadi menjelaskan, modus yang digunakan Edi terbilang lama. Pakaian rapi yang digunakannya hanya sebagai kedok agar ia tidak terlalu tampak sebagai pencuri.
“Dengan menggunakan pakaian rapi, tersangka tidak terlihat sebagai penjahat. Ini salah satu modus yang dilakukan tersangka mencari calon rumah korban agar tidak dicurigai warga,” kata Supriadi.
Modus serupa juga kerap digunakan pelaku kejahatan yang berkedok sebagai sales. Menyusuri gang-gang kecil sembari menawarkan barang, mereka berusaha mencari kesempatan. Menurutnya, bukan tidak mungkin jika dalam perjalanannya, pelaku menemukan rumah yang ditinggal penghuninya. “Biasanya jika mendapatkan kesempatan, mereka akan beraksi. Ini yang perlu diwaspadai,” paparnya.
Supriyadi meminta warga hati-hati sebelum mengambil kesimpulan. Jangan sampai salah tangkap hanya lantaran tudingan sepihak. “Jika kedapatan masuk ke dalam rumah, alangkah baiknya ditanya dulu keperluannya. Jangan langsung main hakim sendiri,” ujarnya mengingatkan.
Jika dianggap mencurigakan dan alasan yang dikemukakan tidak masuk akal, ia menyarankan kepada warga untuk mengamankan terlebih dahulu orang itu, untuk selanjutnya dilaporkan ke polisi. “Biar kami nanti yang melakukan pemeriksaan. Jika memang bersalah, yang bersangkutan akan kami proses,” jelasnya. (aya/upi)

Edisi Sapos
  • Senin, 30 Maret 2015
Search
Advertorial News
2 Hotel Murah Dengan Fasilitas Terbaik di Palembang

Saatnya berlibur bukan berarti waktunya menguras dompet sampai habis-habisan. Ketika…

Copyright @ 2010 Media Link. All Rights Reserved.