Newsticker : Home | Guestbook | Arsip | Epaper
Berita Rubrik Samarinda
Rabu, 28 Januari 2015

Jumpa Rival Lama

2 Australia v Uni Emirat Arab 0

  NEWCASTLE.  Mimpi Australia meraih gelar di Piala Asia 2015 hanya tinggal selangkah. Socceroos - julukan Timnas Australia - memastikan tiket final setelah menaklukkan Uni Emirat Arab (UEA) 2-0, pada laga semifinal di Newcastle Stadium kemarin. Di laga final yang berlangsung di Sydney pada Sabtu (31/1) mendatang, Australia akan bertemu Korea Selatan (Korsel).  Korsel sendiri bukan lawan yang asing bagi Australia. Mereka pernah bentrok pada matchday terakhir grup A (17/1) lalu. Saat itu Korsel berhasil menaklukkan Australia dengan skor tipis 1-0. Kemenangan itu memastikan Korsel lolos ke perempat final dengan status juara grup.
    Sukses Australia melaju ke final tak lepas dari strategi menyerang yang diterapkan sejak menit awal. Hasilnya, tuan rumah bisa mencetak dua gol cepat hanya dalam rentang waktu 14 menit. Gol pembuka bahkan tercipta saat laga baru berjalan tiga menit, melalui sundulan pemain belakang Trent Sainsbury, setelah memanfaatkan sepak pojok Massimo Loungo.  
    Loungo kembali berperan atas lahirnya gol kedua Australia yang dilesakkan Jason Davidson pada menit ke-14. Gol ini berawal dari kemelut di depan gawang UEA. Loungo yang menerima bola di kotak penalti, memilih untuk memberikan umpan kepada Davidson yang berdiri bebas. Bek Australia ini pun tak kesulitan menaklukkan kiper UEA Majed Naser.  
    Davidson merasa bangga bisa membantu Socceroos melaju ke final.  Apalagi, gol ke gawang UEA kemarin merupakan gol pertamanya di pentas internasional.
    "Rasanya sulit dipercaya. Tapi, kami memang mendapat instruksi untuk mencetak gol secepat mungkin. Nah, mimpi itu (mencetak gol buat Australia) akhirnya terwujud," kata Davidson kepada SMH.
    Bomber veteran Robbie Kruse juga lega bisa membawa Australia ke final. Namun, Kruse yang pernah tampil di final Piala Asia 2011 itu, merasa kalau performa Australia di laga kemarin tak terlalu istimewa.  "Ini bukan penampilan terbaik kami. Tapi, di semifinal kadang Anda memang tak harus menunjukkan permainan terbaik," ujar Kruse.
    Sementara itu, pelatih UEA Mahdi Ali mengeluhkan kurangnya konsentrasi pemainnya di menit-menit awal. Faktor kelelahan dianggap sebagai salah satu penyebab menurunnya konsentrasi Majed Naser dkk.
    "Kami bermain melawan tiga tim kuat, Iran, Jepang kemudian Australia," keluh Mahdi kepada AFP. "Tiga laga itu jelas menguras stamina pemain, sehingga pemain terlihat kelelahan pada hari ini (kemarin). Kami tak punya cukup tenaga untuk mengimbangi mereka," paparnya.
    Gol cepat Australia juga dinilai merusak skenario permainan UEA.  "Dalam laga semifinal, tak mudah untuk bangkit setelah kebobolan dua gol hanya dalam waktu 14 menit. Ini juga memberi pelajaran, bahwa Anda harus konsentrasi selama 90 menit, atau Anda akan kalah," jelasnya. (bas/jpnn/upi)

Edisi Sapos
  • Senin, 2 Maret 2015
Search
Advertorial News
2 Hotel Murah Dengan Fasilitas Terbaik di Palembang

Saatnya berlibur bukan berarti waktunya menguras dompet sampai habis-habisan. Ketika…

Copyright @ 2010 Media Link. All Rights Reserved.