|
|
Rabu, 1 September 2010
DKP Lakukan Sosialisasi
Polemik Sampah
|
SAMARINDA. Permasalahan sampah di Kecamatan Palaran masih menjadi polemik berkepanjangan. Untuk mengatasinya aparatur kecamatan setempat berencana menggelar sosialisasi terhadap penanganan sampah. Hal ini bertujuan agar masyarakat memahami kerugian dari bahaya membuang sambah di sembarang tempat. "Makanya memang perlu menggencarkan sosialisasi terhadap bahaya sampah rumah tangga yang ditangani secara keliru. Seperti membakar dan juga membuang di sembarang tempat," ujar Camat Palaran Julian Noor kepada Sapos kemarin. Ia menjelaskan, untuk merealisasikan ini, aparatur kecamatan akan bekerja sama dengan Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Samarinda yang secara teknis memang menangani sampah di Samarinda. Sejauh ini, ia mengakui, di Kecamatan Palaran masih belum memiliki tempat pembuangan sampah (TPS). Adapun sebuah TPS hanya dimiliki Pasar Palaran, namun statusnya pun masih dipinjamkan. "jadi di tiap kelurahan belum memiliki sebuah pun TPS, makanya masyarakat banyak yang membuang dan membakar sampah-sampah mereka. Namun ke depan, kami inginkan agar sampah itu dapat ditangani dengan baik namun itu dapat terelasisasi setelah sosialisasi digelar," imbuhnya. Terpisah, Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Samarinda Marwansyah melalui Kepala Bidang Kebersihan Saleh menyatakan kesiapannya untuk menggelar sosialisasi di Palaran. "Membuang sembarang tempat, maka akan memberikan dampak lingkungan yang tidak sehat dan kurang kumuh. Jika dibuang pada drainase, maka bisa mengakibatkan banjir. Dibakar maka akan menimbulkan racun lalu berakibat pemanasan global," tukasnya. Semua yang dianggap melanggar dan bertentangan dengan UU No 18 Tahun 2008 dan Perda No 19 Tahun 2002 tentang kebersihan. Membuang di sembarang tempat, maka sesuai Bab 5 Pasal 19 dalam UU kebersihan, dapat dikenakan sanksi 3 bulan penjara atau denda Rp5 juta. "Makanya nanti sosialisasi kepada masyarakat agar dapat mengolah sampah melalui program 3 R, terdiri, Reduce (daur ulang), Reuse (memanfaatkan kembali), dan Recycle (Membuat jadi barah berharga). Salah satu caranya bisa dengan dijadikan pupuk kompos yang dpaat meningkatkan ekonomi masyarakat," pungkasnya.(air)
|
|
dedi ms
Jumat, 2 Desember 2011 14:21:1
untuk management PT. SEMEN TONASA SAMARINDA. Truk angkutan KT. 8838 BJ pada hari Jumat (2 Des 2011)… Sri
Kamis, 1 Desember 2011 15:51:0
Pak Walikota, tolong dong diperhatikan jalan lintas Bukuan-Palaran yang rusak parah....jadi kubangan… kornel
Rabu, 30 November 2011 21:34:5
Usut tuntas masalah proses lelang perawatan jembatan Kukar yg roboh... simpang-siur di media, KPK harus… Junani
Senin, 28 November 2011 18:51:
Ingin lagi membangun hotel dan mall...samarinda kebanyakan hotel dan mall, untuk tempat bermain anak2… kidz
Senin, 28 November 2011 15:28:
mohon kpada yg berwenang,...untuk memperbaiki jalan jembatan mahakam yg tidak rata,..bukanx mengaspal… Dustin
Rabu, 23 November 2011 13:19:4
Kpd Yth.Kepala Poltabes Smd utk menilang semua kendaraan yg parkir sembarangan khususnya di depan SCP,… harhyz kelana
Rabu, 23 November 2011 12:32:1
mohon kesediaannya Bapak petinggi,jika memang citra di gusur atau di relokasi,siapkanlah lahan bangunx… DRS.HM.Kurniadi
Rabu, 23 November 2011 10:29:2
Gang Nikmat tidak bisa ditutup.
APA KARENA TAKUT KEHILANGAN KENIKMATANnya? adriel
Jumat, 11 November 2011 07:55:
diminta perhatian nya kepada sang pemerintah dan walikota setempat dimanapun berada, tolong jalan padat… bayu
Kamis, 10 November 2011 10:52:
Ttg pembersihan parkir peti kemas di smd,jgn asal pindahkan aja ke palaran..mau dibuat apa lgi palarn,…
|