Newsticker : Home | Guestbook | Arsip
Berita Rubrik Samarinda
Rabu, 1 September 2010

Penderita DBD Meningkat

Puskesmas Palaran Mulai Waspada

SAMARINDA. Hujan yang terus mengguyur Kota Samarinda, menjadi perhatian serius bagai Puskesmas Palaran. Pasien penderita penyakit Deman Berdarah Dengue (DBD) di wilayah Palaran terus mengalami meningkat. Kejadian ini terhitung sejak sejak awal Agustus lalu.
"Korban DBD mengalami peningkatan. Namun saya belum bisa sebutkan datanya sekarang (sore kemarin)," terang Kepala Puskesmas Palaran dr Hj Syarifah Rahima M Kes kepada Sapos kemarin.
Menurutnya, peningkatan korban DBD akibat masih banyaknya genangan air yang tertampung setelah hujan. Genangan kemudian berimbas dengan perkembangan jentik nyamuk.
Hal inilah yang dialami warga di Kelurahan Simpang Pasir RT 14. Saat itu diklaim DBD disebabkan karena adanya bekas galian tambang batu bara. Karena itulah, makanya ia melakukan penelitian guna menelusuri dari mana asal nyamuk DBD ini berkembang biak.
"Dari hasil penelusuran, ternyata masih ada genangan air yang berada di sekitar masing-masing rumah warga tersebut. Misalkan air untuk cuci kaki, kemasan plastik, dan banyaknya tanaman yang dapat menampung air bersih seperti hujan," tuturnya.
Sejauh ini, ia mengaku para penderita DBD di Kecamatan Palaran, saat ini memang belum dikatakan darudat karena tidak ada kasus kematian. Namun akan hal itu, Syarifah mengaku mewaspadai terhadap penyebaran pembawa virus dengan meminta eminta masyarakat untuk proaktif membasmi DBD melalui 3M (menguras, mengubur barang yang dapat menampung air dan menutup tempat penampungan air).
"Fogging hanya membunuh nyamuk dewasa, namun bukan jentiknya. Untuk membasmi jentik masyarakat yang harus proaktif mencegah adanya genangan air yang dapat menjadikannya berkembang biak," ungkapnya.
Selain itu, dalam  memberantas jentik-jentik dengan memelihara ikan pemakan jentik, menaburkan larvasida, mengunakan kelambu pada waktu tidur, memasang kasa, menyemprotkan inteksida, menggunakan repellent, memasang obat nyamuk dan yang  terpenting adalah melakukan pola hidup bersih.
"Abatesasi merupakan salah satu cara mencegah berkembang biak nyamuk Aedes Aegypti. Tetapi masih banyak cara lain  juga, dengan memelihara ikan moly sebagai predator pemakan jentik-jentik," paparnya.

Edisi Sapos
  • Minggu, 5 Februari 2012
Search
Latest Guestbook
dedi ms
Jumat, 2 Desember 2011 14:21:1
untuk management PT. SEMEN TONASA SAMARINDA. Truk angkutan KT. 8838 BJ pada hari Jumat (2 Des 2011)…
Sri
Kamis, 1 Desember 2011 15:51:0
Pak Walikota, tolong dong diperhatikan jalan lintas Bukuan-Palaran yang rusak parah....jadi kubangan…
kornel
Rabu, 30 November 2011 21:34:5
Usut tuntas masalah proses lelang perawatan jembatan Kukar yg roboh... simpang-siur di media, KPK harus…
Junani
Senin, 28 November 2011 18:51:
Ingin lagi membangun hotel dan mall...samarinda kebanyakan hotel dan mall, untuk tempat bermain anak2…
kidz
Senin, 28 November 2011 15:28:
mohon kpada yg berwenang,...untuk memperbaiki jalan jembatan mahakam yg tidak rata,..bukanx mengaspal…
Dustin
Rabu, 23 November 2011 13:19:4
Kpd Yth.Kepala Poltabes Smd utk menilang semua kendaraan yg parkir sembarangan khususnya di depan SCP,…
harhyz kelana
Rabu, 23 November 2011 12:32:1
mohon kesediaannya Bapak petinggi,jika memang citra di gusur atau di relokasi,siapkanlah lahan bangunx…
DRS.HM.Kurniadi
Rabu, 23 November 2011 10:29:2
Gang Nikmat tidak bisa ditutup. APA KARENA TAKUT KEHILANGAN KENIKMATANnya?
adriel
Jumat, 11 November 2011 07:55:
diminta perhatian nya kepada sang pemerintah dan walikota setempat dimanapun berada, tolong jalan padat…
bayu
Kamis, 10 November 2011 10:52:
Ttg pembersihan parkir peti kemas di smd,jgn asal pindahkan aja ke palaran..mau dibuat apa lgi palarn,…
Copyright @ 2010 Media Link. All Rights Reserved.