Newsticker : Home | Guestbook | Arsip | Epaper
Berita Rubrik Utama
Minggu, 16 Februari 2014

Intel Gadungan Tipu Mahasiswi

Lolos dari Penjambretan, Motor Malah Hilang

SAMARINDA. Jangan mudah percaya dengan orang yang mengaku anggota intelejen. Sebab bisa jadi orang tersebut berniat jahat dan menipu. Seperti yang dialami mahasiswi Unmul bernama Deasy (23), warga Jalan Tekukur I, Kelurahan Temindung Permai, Selasa (11/2) pukul 06.30 Wita lalu.
Insiden tersebut berawal ketika Deasy hendak mengambil uang ke ATM, di dalam lingkungan kampus Unmul, Senin malam sebelum kejadian. Di perjalanan, masih dalam kampus Unmul, Deasy hampir jadi korban penjambretan. Beruntung, Deasy bisa mempertahankan tasnya sehingga tidak berhasil diambil penjambret.
Karena ketakutan, Deasy menghubungi pacarnya bernama Acong (25) agar diantar pulang. Namun oleh Acong, Deasy diminta menunggu di depan indekosnya di sekitar Asrama Mahasiswa Unmul. Ketika bertemu Acong, tiba-tiba datang seorang pria berumur sekitar 50 tahun. Pria tersebut mengaku sebagai anggota intel BNN. “Dia bilang tenang aja, tiga anak buah saya sudah saya suruh mengejar jambret itu. Setelah itu, dia membuntuti kami hingga ke kos saya. Alasannya, agar kami tidak diganggu lagi,” tutur Deasy.
Setelah mengantar Deasy, Acong pulang dengan memakai motor Honda Beat putih milik Deasy bernomor polisi KT 2148 UJ. Keesokan harinya, tepatnya sekitar pukul 06.30 Wita ketika Deasy sedang mandi, pelaku masuk ke indekos korban dan berbicara dengan adik korban. Seolah-olah akrab, pelaku mulai menarik perhatian korban dengan menceritakan pekerjaan dan keluarganya. “Saat saya keluar kamar, tiba-tiba dia minta kunci motor dan STNK. Alasannya, pelaku sudah tertangkap dan motor saya akan difoto sebagai barang bukti,” ungkapnya.
Merasa seperti terhipnotis, Deasy dan Acong menyerahkan kunci dan STNK miliknya. Sementara itu, kunci dan motor pelaku jenis Yamaha Jupiter Z ditinggal di indekos korban. Setelah itu, intel gadungan tersebut pergi.
Selang 30 menit, Deasy menghubungi pelaku agar segera datang karena korban hendak kuliah. Namun pelaku berdalih masih sedang melengkapi berkas dan tinggal membubuhkan tanda-tangan. Beberapa kali dihubungi, pelaku selalu berkilah hingga korban berkesimpulan kalau dia tertipu. Deasy akhirnya melapor ke Polsekta Samarinda Utara. Kapolresta Samarinda Kombes Pol Antonius Wisnu Sutirta, melalui Kapolsekta Samarinda Utara AKP Ervin Suryatna didampingi Kanit Reskrim Iptu M Hasan Setyabudi menjelaskan, kasus korban sudah dilaporkan secara resmi. Saat ini, anggota reskrim sedang melakukan penelusuran kasus. “Kami sedang melidik laporan korban. Semoga tidak lama lagi kami berhasil membongkar kasus tersebut,” pungkasnya. (sal/upi)

Edisi Sapos
  • Jumat, 28 Agustus 2015
Search
Advertorial News
Dahlan Menyapa lewat Video

SEJAK diluncurkan 7 Juni lalu, situs www.gardudahlan.com telah dikunjungi lebih…

Copyright @ 2010 Media Link. All Rights Reserved.