Newsticker : Home | Guestbook | Arsip | Epaper
Berita Rubrik Utama
Senin, 7 April 2014

Honor KPPS Batal Naik

Dana Operasional Linmas yang Ditambah

SAMARINDA. Setelah ditunggu cukup lama, akhirnya KPU Kota Samarinda memberikan keterangan perihal honor Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang sempat menimbulkan polemik beberapa waktu sebelumnya. Hanya saja, keterangan itu bukan kabar baik bagi KPPS.
Dikonfirmasi kemarin siang, Sekretaris KPU Kota Samarinda, Sukimin menegaskan tidak ada kenaikan honor bagi ketua maupun anggota KPPS dalam pemilihan anggota legislatif (Pileg) pada Rabu (9/4) lusa.
“Tidak ada kenaikan honor bagi KPPS maupun anggotanya. Nilainya tetap sama seperti yang disebutkan sebelumnya,” ujar Sukimin kepada Sapos.
Diketahui, honor Ketua KPPS sebesar Rp 400 ribu. Lalu dalam satu TPS, terdapat enam anggota KPPS dengan honor sebesar Rp 350 ribu. Selain itu, setiap KPPS diberi dana untuk membuat TPS sebesar Rp 750 ribu dan uang makan sebesar Rp 245 ribu. Padahal diberitakan beberapa hari lalu, Sukimin bersama Ketua KPU Samarinda, Iman Ardiansyah telah mendatangi kantor KPU pusat dan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Salah satu agendanya adalah membahas kecilnya honor KPPS, yang sempat membuat KPPS sejumlah wilayah enggan dilantik dan bertugas. Namun rupanya upaya tersebut tak berbuah seperti yang diharapkan. Alasannya, Peraturan Mendagri tentang honor menjadi penghalang untuk menaikkan upah KPPS. “Jumlah honor yang ditetapkan sudah harga mati dan tidak bisa diubah lagi. Karena anggaran yang digunakan bersumber dari APBN,” jelasnya.
Saat disinggung mengenai pernyataan Ketua KPU terkait “berita menggembirakan” yang seharusnya disampaikan sepulangnya mereka dari Jakarta beberapa waktu lalu, Sukimin menjelaskan bahwa itu terkait penambahan biaya operasional berupa honor tenaga Pelindung Masyarakat (Linmas) dan penambahan uang tenda serta uang makan.
“Penambahan uang operasional termasuk untuk Linmas. Setiap TPS dijaga dua Linmas dan masing-masing mendapat honor sebesar Rp 250 ribu,” pungkasnya.
Pastinya, kabar itu membuat beberapa ketua serta anggota KPPS merasa kurang semangat menghadapi tugasnya Rabu mendatang. Salah satunya adalah Ketua KPPS 18 Kelurahan Harapan Baru, Kecamatan Loa Janan Ilir, Supini. Kepada Sapos, ia mengaku bahwa jumlah honor yang disuguhkan kurang sesuai dengan beban pekerjaan yang harus mereka lakukan.
“Sebelum pemilihan, sebenarnya kami sudah bekerja. Mendata, mengantar undangan dan beberapa kegiatan lain. Tapi honornya cuma segitu,” ujar Supini kepada Sapos.
Namun ia akan tetap berupaya menyukseskan pesta demokrasi yang digelar dua hari mendatang. “Walau kecil tapi saya tetap melaksanakan tugas sebagai KPPS. Kami tidak ada niatan mundur walau honornya kecil,” jelasnya. (aya/lee)

Edisi Sapos
  • Jumat, 30 Januari 2015
Search
Advertorial News
2 Hotel Murah Dengan Fasilitas Terbaik di Palembang

Saatnya berlibur bukan berarti waktunya menguras dompet sampai habis-habisan. Ketika…

Copyright @ 2010 Media Link. All Rights Reserved.