Newsticker : Home | Guestbook | Arsip
Berita Rubrik Utama
Sabtu, 4 Februari 2012

Buronan Polisi Sandera Nenek

Todongkan Pisau, Tuntut Kasusnya Dicabut

SAMARINDA. Warga di Jl Pemuda VI, RT 28 Kelurahan Sungai Pinang Dalam, dikejutkan dengan aksi penyanderaan yang dilakukan seorang pria bernama Johan, terhadap seorang nenek bernama Sampurna (87), Jumat (3/2) sore kemarin.
Dengan menggunakan pisau, pria yang mengaku berasal dari Muara Jawa, Kukar tersebut mengalungkan senjata tajam itu di leher tawanannya yang sedang berada di ruang tengah. Aksi penyanderaan bermula sekitar pukul 17.30 Wita. Sastra (60) pemilik rumah yang juga putra kandung Sampurna, memergoki Johan keluar dari parit di depan rumah dan berlari masuk.
"Saya waktu itu lagi duduk di depan rumah, tiba-tiba orang itu (Johan, Red) keluar dari parit langsung masuk ke rumah dan menyekap ibu saya (Sampurna, Red). Dia juga mengancam akan membunuh ibu saya jika saya mendekat," ujar Sastra.
Mendapat ancaman dari pria yang tidak dikenalnya, Sastra menjadi panik dan melaporkan kejadian itu kepada warga di sekitar rumahnya. Tak berapa lama, puluhan warga langsung berkumpul dan mengepung lokasi tempat penyanderaan tersebut.
Sekitar pukul 18.00 Wita, polisi dari Polsekta Samarinda Utara dan Polresta Samarinda tiba. Polisi pun mengamankan TKP, dengan memasang garis polisi supaya warga tidak ada yang mendekat guna memudahkan proses evakuasi. Salah seorang polisi kemudian mencoba berdialog dengan Johan.
Saat itu Johan memiting dan menodongkan pisau berukuran sekitar 20 centimeter ke leher Sampurna. Dari dialog tersebut diketahui, Johan mengaku sedang tersangkut persoalan hukum dan saat ini menjadi buronan polisi, atas kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) di Polsek Muara Jawa, Kukar.
Johan menuntut agar laporan polisi atas tindakan penganiayaan yang dilakukan terhadap istrinya bernama Mardiana dicabut.
Mendapat pengakuan dari Johan, polisi kemudian berkoordinasi dengan jajaran Polsek Muara Jawa. Dan ternyata benar, Johan merupakan tersangka kasus KDRT yang melarikan diri menuju Samarinda.
"Pelaku masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) di Polsek Muara Jawa, kepastian itu didapat setelah kami menghubungi Kapolsek Muara Jawa," ujar Wakapolres AKBP Fajar Abdillah yang ditemui Sapos di TKP.
Polisi kemudian mencoba menghubungkan Johan dengan Mardiana, melalui saluran telepon. Tujuannya agar Mardiana bisa membujuk Johan supaya mau menyerahkan diri. Namun upaya tersebut gagal, Johan tetap menolak melepaskan sanderanya.
Pukul 19.30 Wita, polisi kemudian mengambil tindakan untuk membius pelaku dengan menyodorkan minuman kemasan yang telah dicampur dengan obat tidur. Namun upaya tersebut gagal, lantaran pelaku menolak meminum minuman tersebut.
"Saya bukan orang bodoh, saya tidak mau minum itu," tandas Johan.
Lantaran proses negosiasi dan pembiusan menemui jalan buntu, anak dan cucu Sampurna yang berada di tempat kejadian menjadi panik serta histeris. Bahkan salah seorang cucu nenek yang sedang menderita stroke itu mengeluarkan sejumlah uang dan hendak menyerahkannya kepada penyandera.
"Ini ada uang, saya baru ambil di ATM. Kasihan pak nenek saya itu sedang sakit," ujar pria yang diketahui bernama Arif tersebut.  
Upaya Arif yang meminta agar Johan melepaskan Sampurna, akhirnya diamini Johan. Tepat pukul 23.00 Wita, Johan melepaskan Sampurna. Namun Johan, menukar orang yang disanderannya. Johan yang ketakutan, rupanya menyandera kakak kandungnya sendiri yang belakangan diketahui bernama Aib (54), yang sengaja datang jauh-jauh dari Handil 2, Kukar, hanya untuk membujuk adiknya itu. Namun penyanderaan Aib tak berlangsung lama, sebab setengah jam kemudian Johan berhasil dilumpuhkan. (rm-1/rin/oke/upi)




 

Edisi Sapos
  • Kamis, 17 Mei 2012
Search
Latest Guestbook
pesut
Senin, 14 Mei 2012 13:02:35
To All perusahaan semen mix di samarinda. mohon untuk mobil mix jangan sembarangan membuang sisa semen…
tuti
Selasa, 8 Mei 2012 14:48:55
Pak Walikota yg terhormat ,saya warga loa bakung resah tolong dong diperhatikan jalanan sekitar menuju…
Budi Haryanto
Selasa, 8 Mei 2012 08:17:19
Jl. Rapak Indah-Jakarta-Kemuning-Mas Temenggung rusak parah, kelas jalan tidak sesuai dengan beban kendaraan…
warnet berau
Minggu, 6 Mei 2012 18:25:02
tolong pak sapos.. speedy kabupaten berau di liput donk,telp ke 147 bilang daerah berau NORMAL tapi…
Yahya
Jumat, 4 Mei 2012 17:15:56
Masuk stadion Sempaja sekarang koq jadi bayar 2000 untuk sepeda motor dan 3000 unt mobil? padahal stadion…
aldy saputrasyah
Selasa, 1 Mei 2012 13:13:44
ckup prihatin dg jln d smd ni rusaknya mkn parah , jangan jalan perumahan yg ada pejabatnya aj yg dperbaikin…
Junani
Senin, 30 April 2012 00:16:08
Kepada yth, Satpol PP. Jangan pernah berhenti dengan penertiban untuk para pedagang asongan/PKL. Tetaplah…
Muhammad Ali
Sabtu, 28 April 2012 06:46:45
Terjadi pemukulan sejumlah anak muda di kawasan Jl. Lambung Mangkurat, sekitar pukul 8.40 pagi tadi,…
mayta
Kamis, 26 April 2012 01:37:12
sesekali pak polisi hadiahkan langsung tima panas aja pencuri mtr dll, agar mereka kapok dan yg lain…
Yusi
Kamis, 19 April 2012 11:26:14
Mohon kepada pengelola PDAM Kota Samarinda khususnya yang melayani daerah jalan pramuka komplek PK Samarinda…
Copyright @ 2010 Media Link. All Rights Reserved.