Newsticker : Home | Guestbook | Arsip | Epaper
Berita Rubrik Utama
Rabu, 3 Desember 2014

Rembuk Pendidikan Kaltim Penuh Pemaparan

Akan Minta Penjelasan Soal KIP

SEJUMLAH kebijakan baru Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Anies Baswedan mengenai pelaksanaan kegiatan belajar mengajar, diprediksi berupa penerapan pola belajar ala Ki Hajar Dewantara dahulu. Lokasi dibuat dengan konsep taman-taman belajar, sehingga kegiatan belajar mengajar menjadi asyik dan tidak membosankan.
Meskipun demikian, perlu diketahui teknis implementasinya nanti. Untuk itulah Dinas Pendidikan (Disdik) Kaltim menggelar Rembuk Pendidikan. Dalam kegiatan tersebut, Anies Baswedan diminta memaparkan gagasan program tersebut. Termasuk implementasi Kartu Indonesia Pintar (KIP).
Rembuk Pendidikan digelar Pemprov Kaltim melalui Disdik Kaltim, dalam rangka Hari Guru dan HUT PGRI 2014. Acara berlangsung Kamis (4/12) nanti, di Lamin Etam. "Kita menangkap sinyal Menteri Pendidikan yang sekarang ini ingin menekankan bagaimana kita memberikan perhatian khusus kepada anak-anak. Karena kalau dibandingkan negara luar, kita tidak ada pergeseran yang signifikan untuk peningkatan mutu pendidikan. Makanya kita harapkan bupati, wali kota hadir. Karena itu juga kita harapkan di Rembuk Pendidikan inilah dipaparkan," ucap Musyahrim.
Musyahrim menafsirkan, apabila sekolah dikonsep seperti taman siswa, maka yang ingin diimplementasikan adalah keindahan, kenyamanan, dan anak-anak yang menjadi senang belajar. Semua pun dilibatkan, termasuk orangtua. "Jadi kita memberikan perhatian yang sungguh-sungguh. Karena selama beberapa dekade ini pergerakan peningkatan mutu pendidikan itu tidak signifikan," ujar Musyahrim.
Sementara itu, terkait KIP, Musyahrim menyebut belum pernah ada penjelasan secara teknis mengenai kartu tersebut. "Bukannya tidak mendukung, tapi memang karena kita tidak tahu seperti apa polanya. Ini harus ada juknisnya, sehingga masyarakat tidak bertanya-tanya," tambahnya.
Adapun hal lain yang akan dibahas dalam Rembuk Pendidikan, adalah meninjau implementasi Kurikulum 2013. Termasuk masalah ujian nasional. "Ini masih dalam kajian-kajian. Tapi kita ingin melibatkan semua stakeholder. Karena sebenarnya Kurikulum 2013 bukannya mengubah yang sudah ada, tapi disempurnakan. Termasuk orangtua siswa yang akan dilibatkan," ucapnya.
Musyahrim menambahkan, Rembuk Pendidikan adalah kegiatan yang diselenggarakan setiap tahun sebagai ajang diskusi masalah pendidikan. Di event inilah semua unek-unek maupun keluhan dapat disampaikan, kemudian dimusyawarkan bersama. (adv/lin/lee)

Edisi Sapos
  • Minggu, 21 Desember 2014
Search
Latest Guestbook
Uzi
Senin, 28 Oktober 2013 16:42:2
pak Pol.. alangkah lebih abik jika untuk pembelajaran bagi pelaku balap liar, motornya di hancurkan…
anonymous
Senin, 28 Oktober 2013 12:13:3
Tolong donk buat pemkot kita nie perhatiin soal parit^ juga kali ga mesti jalanan aj xg ditinggiin klo…
arnafani
Sabtu, 19 Oktober 2013 08:54:1
Sekedar usulan buat dishub kota samarinda. Untuk kendaraan yg mau masuk ke jl.otista melalui jemb.ar.hakim…
Didi
Jumat, 19 Juli 2013 02:41:57
Anak-anak alay yang ngebut naik motor habis tarawih dan membahayakan orang-orang yg kebanyakan baru…
kussadi
Selasa, 16 Juli 2013 09:00:15
tolong dong pak walikota berikan kami air bersih/pdam yang sudah beberapa bulan ini mati di perumahan…
Muriono
Selasa, 16 Juli 2013 00:31:56
Waspada bulan Ramadhan terhadap Pencurian kendaraan R2,Penjambretan sepulang dari Bank,kontrol Kunci…
badui ismail
Minggu, 14 Juli 2013 17:36:23
Kepada pemerhati hukum di samarinda,mau tanya apa boleh seorang pejabat yg sdh pernah dijatuhi hukuman…
yanasib
Sabtu, 13 Juli 2013 04:18:46
buat pemkot samarinda,tolong di tegur/di tindak tegas bagi pekerja alat berat yg berada di jalan padat…
ari
Senin, 8 Juli 2013 06:22:07
knp pemasangan air diGunung Lingai sampai dikenakan biaya sampai 3.500.000 ? pdhl intek air hanya sktr…
yudi
Jumat, 5 Juli 2013 10:56:28
bagi yang melihat plat no kendaraan KT 5866 DS , new jupiter mx putih tolong hub:082254195335 , karena…
Copyright @ 2010 Media Link. All Rights Reserved.