Newsticker : Home | Guestbook | Arsip | Epaper
Berita Rubrik Utama
Jumat, 23 Januari 2015

Sarang Judi Togel Digerebek

Stan Ojek Guntung Dihambur, Penjual dan Pembeli Diringkus

BONTANG. Para penjudi toto gelap alias togel kian berani dalam beraksi. Mereka nekat terang-terangan melakukan transaksi di tempat umum. Buktinya, Rabu (21/1) sore lalu, stan ojek di Kelurahan Guntung digerebek polisi. Tiga penjual togel dan tiga pembeli pun diamankan.
Tiga penjual togel yang diamankan adalah Ruben (54), Latif (42), dan Suhardi (29). Sementara, pembeli togel yang ikut ditangkap adalah Mulyadi (36), Fahrurrazi (27), dan Haryanto (37). Seluruh penjual dan pembeli togel itu merupakan warga Kelurahan Guntung.
Kapolres AKBP Heri Sasangka, melalui Kasat Reskrim AKP Ade Harri Sistriawan mengatakan, selain mengamankan tersangka, Unit Opsnal Sat Reskrim Polres Bontang juga menyita barang bukti berupa uang togel Rp 1.574.000, dua buku mimpi, tiga lembar kertas rekapan, tujuh bundel kupon, daftar shio, dan satu buku rumusan nomor.
"Barang bukti dari tiga penjual togel berbeda-beda. Dari tangan RB (Ruben) disita uang tunai Rp 363 ribu yang terdiri dari uang penjualan Rp 64 ribu, uang setoran tanggal 20 Januari Rp 119 ribu, dan uang pemenang Rp 180 ribu. Kemudian dari tangan LT (Latif) disita uang tunai Rp 960 ribu, sedangkan dari tangan SH (Suhardi) disita uang tunai Rp 251 ribu," jelasnya, kemarin.
Terkait diamankannya tiga pembeli, dia menjelaskan saat penangkapan tersebut, ketiganya tengah membeli togel. Di mana, Mulyadi membeli kepada Ruben, Fahrurrazi membeli kepada Latif, dan Haryanto membeli kepada Suhardi. Kini, baik penjual dan pembelinya langsung ditahan.
"Pembeli dan penjualnya kami tahan. Saat penangkapan di TKP (tempat kejadian perkara) stan ojek, ketiga penjual togel sedang melayani pemasang (pembeli, Red.). Nah, keenamnya langsung kami bawa ke Mapolres Bontang untuk menjalani pemeriksaan. Saat ini, kami masih mengejar bandar besarnya," jelasnya.
Akibat perbuatannya, para tersangka disangka melanggar Pasal 303 KUHP tentang perjudian dengan ancaman hukuman mencapai lima tahun penjara. "Penggerebekan TKP perjudian merupakan informasi dari masyarakat. Setelah dilakukan penyelidikan, ternyata informasi itu benar. Itu menunjukkan bahwa perjudian sangat meresahkan masyarakat," tegasnya.
Dia menegaskan, perjudian merupakan atensi dari pimpinan. Polres Bontang memastikan jika pihaknya akan terus membabat perjudian di wilayah hukum. "Jajaran kami berkomitmen untuk memberantas perjudian. Saya imbau kepada masyarakat, jika mendapatkan informasi terkait aktivitas perjudian, silakan langsung melaporkannya ke kantor polisi terdekat. Selanjutnya akan kami tindak lanjuti," tegasnya. (gun/agi)

Edisi Sapos
  • Jumat, 6 Maret 2015
Search
Advertorial News
2 Hotel Murah Dengan Fasilitas Terbaik di Palembang

Saatnya berlibur bukan berarti waktunya menguras dompet sampai habis-habisan. Ketika…

Copyright @ 2010 Media Link. All Rights Reserved.