Newsticker : Home | Guestbook | Arsip | Epaper
Berita Rubrik Utama
Kamis, 29 Januari 2015

Pemilik Warung Sembako Diciduk

Beberapa Jam Setelah Aniaya Tetangganya

SAMARINDA. Pemilik warung sembako berinisial Ab (46) warga Jalan Tani Subur, Kelurahan Tani Aman, Loa Janan Ilir, Selasa (27/1) lalu, sekitar pukul 23.00 Wita akhirnya berhasil diciduk polisi di rumahnya. Sebelumnya pria dua anak ini dilaporkan remaja bernama Sukriyadi (18) lantaran aksi penganiayaan yang dilakukannya.  
Menurut keterangan Sukriyadi, Ab menuduhnya mencuri uang sebesar Rp 700 ribu di warungnya. Tuduhan tanpa bukti itu berujung pada aksi penganiayaan. Selain dipukul, remaja malang ini juga ditendang saat berkumpul bersama beberapa rekannya tak jauh dari rumah pelaku. Akibatnya, korban mengalami luka memar di bagian leher dan punggungnya.  
Tak terima dengan perlakukan Ab, korban mendatangi kantor Mapolsekta Samarinda Seberang untuk melaporkan penganiayaan itu kepada petugas. Anggota Unit Reskrim bergerak beberapa jam setelah mendapat laporan ini. Tanpa perlawanan, Ab diamankan di rumahnya dan langsung dibawa ke kantor polisi untuk diperiksa.
Dari hasil pemeriksaan, pelaku mengakui aksi yang dilakukannya. Ia mengaku khilaf dan ingin menyelesaikan kasus ini secara kekeluargaan. Namun sayangnya pintu maaf baginya sudah tertutup. Korban tetap ingin kasus ini dilanjutkan.
Atas dasar itulah, Rabu (28/1) kemarin, polisi menetapkan Ab sebagai tersangka. Ia dijerat dengan Pasal 351 KUHP dengan ancaman kurungan hingga 5 tahun penjara. "SPP (Surat Perintah Penahanan) sudah kami keluarkan. Sejak hari ini (kemarin, Red) dia (Ab, Red) kami tetapkan sebagai tersangka," kata Kapolsekta Samarinda Seberang, Hari Widodo kepada Sapos.
Ia menambahkan, tersangka baru akan dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Samarinda setelah berkas perkaranya selesai dikerjakan jajarannya. "Mungkin dalam beberapa hari ke depan berkas perkara selesai. Setelah itu kasus ini kami limpahkan ke kejaksaan," paparnya.
Menurutnya, hal ini harus menjadi pembelajaran bagi masyarakat agar tidak melakukan tindak kekerasan atas dasar apapun kepada orang lain. "Jika ada hal yang harus diselesaikan, silakan laporkan kepada kami. Jangan main hakim sendiri. Karena jika tindakan itu mengakibatkan orang lain dirugikan, tentu kami akan proses," ujarnya. (aya/agi)

Edisi Sapos
  • Jumat, 28 Agustus 2015
Search
Advertorial News
Dahlan Menyapa lewat Video

SEJAK diluncurkan 7 Juni lalu, situs www.gardudahlan.com telah dikunjungi lebih…

Copyright @ 2010 Media Link. All Rights Reserved.