SECARA kasat mata, kondisi mantan Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Syaukani HR terbilang baik. Kendati nyaris sepanjang waktunya saat ini, lebih banyak dihabiskan di pembaringan. Apalagi penglihatan maupun memori ingatannya sangat terganggu, sehingga tak dapat lagi mengenali anak maupun istrinya. Tapi siapa sangka, Syaukani malah tetap hafal ayat-ayat suci Alquran. "Memang, Bapak sudah tak bisa lagi mengenali anak-anaknya, termasuk saya, juga Ibu (istri Syaukani, Dayang Kartini, Red). Tapi kalau saya bilang saya anak Bapak, nama saya Ri... nah beliau lalu bilang oh.. Rita. Kalau kita pandu kata-kata awalnya, beliau bisa mengingat lagi," jelas putri kedua Syaukani, Rita Widyasari yang tak lain Bupati. Selasa (31/8) dini hari kemarin, Rita menerima kunjungan Wakil Pemimpin Redaksi (Wapimred) Kaltim Post, Syafril Teha Noer bersama rombongan seusai santap sahur. Rita menjelaskan, waktu tidur Syaukani memang sudah tak lagi teratur. Kadang Syaukani tertidur pagi hingga siang, sehingga malam hingga dini hari terjaga. Juga sebaliknya. Sehingga begitu berada di Tenggarong, maka sekarang pihak keluarga bisa lebih maksimal merawat Syaukani. "Sewaktu menjalani perawatan di rumah sakit dulu, kami sangat mengkhawatirkan kesehatan Ibu. Karena setiap Bapak terbangun, beliau pasti memanggil Ibu. Nah, kalau sudah di sini kan banyak anggota keluarga yang bisa membantu Bapak," tambah Rita. Di kesempatan itu, Rita juga sempat melakukan sedikit komunikasi dengan Syaukani. Rita menanyakan kenapa sang ayah tidak tidur. Lalu dijawab Syaukani dengan terbata-bata, "Saya masih kerja. Sedang membuat konsep pidato." Terlihat tangan Syaukani bergerak-gerak sedikit. "Oh, jadi Bapak sedang membuat pidato. Sekarang Bapak istirahat dulu, sambil membaca Alquran. Itu coba Bapak ikuti doanya ya Pak?" ucap Rita lagi. Ternyata Syaukani cukup baik merespon permintaan anak kesayangannya itu. Meskipun dengan terbata-bata, mantan orang nomor 1 di Kukar itu lalu menirukan lafaz-lafaz ayat suci Alquran yang keluar dari sebuah MP3 atau Alquran Digital. Syaukani dengan kondisinya seperti itu, ternyata masih mampu menghafal dan sesekali mendahului menyelesaikan bacaan ayat suci Alquran oleh qori di MP3 tersebut. "Benar ndik bacaannya," ujar Syaukani kepada Rita dan dijawab benar. Rita juga menjelaskan, pihak keluarnya senantiasa terbuka menerima kunjungan siapa saja yang ingin menengok Syaukani. "Ya siapa saja boleh menengok Bapak di sini (Pendopo Odah Etam, Red) asalkan beliau tidak sedang tidur. Jadi biasanya petugas Satpol PP menanyakan ke dalam pendopo, apa Bapak tidur atau tidak. Kalau tidak, pasti tamu yang ingin menengok Bapak dipersilakan masuk. Makanya kami sengaja menempatkan beliau di kamar sebelah kiri pendopo ini," urai Rita. Seperti diketahui, setelah mendapat grasi dari Presiden SBY akibat sakit permanen, Syaukani selaku terpidana kasus korupsi, Minggu (29/8) sore lalu, diboyong ke Tenggarong. Kondisi mantan bupati Kukar itu sempat kelelahan akibat perjalanan dari Jakarta. Dia kemudian beristirahat di Pendopo Odah Etam, rumah dinas putrinya, Rita Widyasari, yang juga Bupati Kukar. Selama di Tenggarong, Syaukani ditangani tim dokter RSUD Parikesit. Mereka adalah tim yang pernah menangani Syaukani saat kepulangannya April 20101 lalu. Mereka terdiri dari 3 dokter spesialis, 1 dokter umum dan 4 perawat. Keempat dokter yakni spesialis ortopedi atau bedah tulang dr Teguh Widodo S Sp BO yang juga direktur RSUD Parikesit, dr Christofel Korah Tony Sp PD FINASIM selaku spesialis penyakit dalam, kemudian dr Rudy Albert Frans Peleh Sp A, spesialis anastesi, dan dokter umum yakni dr Aryanto. "Semua sudah disiapkan untuk perawatan Pak Kaning (sapaan akrab Syaukani, Red) di Tenggarong. Kami tetap koordinasi dengan dokter Fredy Sitorus yang selama ini mendampingi Pak Kaning," kata dr Christofel sembari menyebutkan semua kelengkapan pendukung sudah ada di kamar Syaukani. (idn)
|